Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Ada Simpatisan PDI Perjuangan Mendukung Prabowo-Gibran: Merasa Gibran Masih Kader Banteng

Seorang simpatisan PDI Perjuangan mengungkapkan dukungannya untuk Prabowo-Gibran. Dia beralasan Gibran masih kader PDI Perjuangan.

Tayang:
istimewa
Simpatisan PDIP mendukung Prabowo-Gibran karena merasa Gibran masih kader Banteng. 

TRIBUNJATENG.COM - Para pendukung PDI Perjuangan tampak berkumpul di dekat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat.

Mereka turut memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, ketika pasangan ini mendaftarkan diri di KPU pada hari ini.

Wati, salah satu kader PDIP dari Jakarta Timur yang turut hadir.

Dia menjelaskan bahwa ia memberikan dukungannya kepada Gibran karena keduanya adalah sesama kader dari partai berlambang banteng bermoncong putih.

"Saya adalah seorang simpatisan dan kader PDIP, dan saya mendukung Gibran sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo, untuk memajukan Indonesia ke depan," ungkap Wati, saat kami berbincang di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini, dikutip dari Tribunnews.com

Wati juga mengungkapkan bahwa sekitar 100 simpatisan PDIP ikut mendampingi Gibran saat ia mendaftarkan diri di KPU pada hari itu.

"Kami semua adalah kader PDIP," tambah Wati.

Selanjutnya, ia berharap agar Prabowo dan Gibran dapat memenangkan Pilpres 2024 dan menjadi perwakilan suara generasi muda.

Pantauan Tribunnews.com di Taman Suropati menunjukkan bahwa para relawan menggunakan berbagai atribut dari partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Mereka hadir untuk mendukung bakal calon presiden dan calon wakil presiden pilihannya mendaftar di KPU RI pada hari itu.

Sementara itu, dalam rangka memeriahkan proses pendaftaran Prabowo-Gibran di KPU, puluhan paskibraka dan satu grup marching band telah dipersiapkan.

Mereka berbaris dengan tertib. Di belakang barisan paskibraka, ada puluhan pria dan wanita yang mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka diikuti oleh barisan ondel-ondel dengan berbagai warna yang menyusul di belakangnya.

PDIP Harus Tegas

Ketidaktegasan sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam menghadapi pergerakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dianggap memiliki potensi dampak negatif bagi peluang calon wakil presiden, Ganjar Pranowo, dalam Pemilihan Presiden 2024.

Hingga saat ini, status Gibran di PDIP masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab dengan jelas.

Kedua belah pihak, baik PDIP maupun Gibran, belum memberikan pernyataan yang tegas terkait peran Gibran sebagai pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) (HO/dna)

Menurut Rezza Akbar, seorang pengamat Sosiologi Politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS), ketidakpastian sikap PDIP ini dapat memberikan keuntungan bagi Gibran dan merugikan Ganjar.

Rezza menyatakan, "Saat ini, keadaan berada dalam kendala yang merugikan Ganjar Pranowo dan menguntungkan Gibran."

Rezza menjelaskan bahwa kebingungan yang terjadi di kalangan akar rumput PDIP menyangkut siapa yang akan menjadi perwakilan sejati dari ideologi partai, baik ke arah Gibran atau Ganjar.

Menurutnya, hal ini memberikan Gibran peluang untuk bermain strategi.

Gibran dapat mencari dukungan di kalangan anggota PDIP yang loyal, dengan menawarkan kedekatan dengan Presiden Jokowi.

Rezza menyatakan, "Gibran bermain cerdas dengan memanfaatkan celah ini dan menggambarkan 'Pak Jokowi bersama kami'."

Rezza menekankan pentingnya PDIP untuk menjelaskan sikapnya dengan jelas karena ketidakpastian dan kebingungan di kalangan basis partai dapat lebih menguntungkan Gibran daripada PDIP.

Oleh karena itu, kejelasan sikap PDIP menjadi faktor krusial dalam Pilpres 2024.

Rezza juga memberi saran kepada PDIP untuk segera mengambil langkah tegas dalam menghadapi sikap Gibran.

Dia berpendapat bahwa tidak perlu khawatir tentang 'Efek Jokowi', yang mungkin hanya bersifat sementara dan tidak konsisten.

Menurut Rezza, sikap yang tegas dan jelas akan membantu kinerja mesin politik PDIP dalam jangka panjang.

Dia mengakhiri dengan menyatakan bahwa PDIP perlu segera menentukan arah dukungannya, karena waktu menjadi faktor yang krusial dalam hal ini.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved