Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Pemkab Kudus Bedah Rumah Reyot Milik Warga Kajeksan

Program bedah rumah tidak layak huni kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
Dok Kelurahan Lajeksan
Sejumlah warga gotong-royong membedah rumah milik Achmad Suudi (59), warga Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus melalui bantuan dari Pemkab Kudus lewat Baznas, Jumat (3/11/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Program bedah rumah tidak layak huni kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kali ini, program bedah rumah menyasar tempat tinggal reyot milik Achmad Suudi (59), warga Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Rumah berdinding bambu, berlantai tanah itu menjadi tempat satu-satunya Suudi tinggal.

Bahkan sebelum gubuk Suudi dibedah, dia tinggal dengan kondisi rumah reyot dan atap bocor. 

Keinginan dia untuk memperbaiki rumah tinggalnya tak kunjung kesampaian karena keterbatasan dana, tenaga dan usia.

Hingga akhirnya, rumah Suudi dibedah pada, Jumat (3/11/2023) dengan bantuan dari Pemkab Kudus senilai Rp 17.500.000 yang disalurkan melalui Baznas Kudus. 

Renovasi rumah Suudi dilakukan dengan cara gotong-royong melibatkan warga Kajeksan RT 02 RW 02 dan sekitarnya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat Kelurahan Kajeksan, dan santri pondok pesantren di sekitar. 

Semua pihak yang terlibat bahu-membahu membongkar dan merenovasi rumah Suudi. Dengan harapan, ke depan Suudi memiliki rumah yang layak dan nyaman untuk ditinggali. 

Suudi mengatakan, merenovasi rumah merupakan impiannya sejak lama. Namun tak kunjung terealisasi karena keterbatasan ekonomi dan tenaga.

Dia pun tak menyangka impian tersbut akhirnya terwujud melalui bantuan dari Pemkab Kudus

"Impian dari dulu saya untuk bisa merenovasi rumah. Namun apa daya fisik saya sudah tidak mampu lagi beraktivitas. Bersyukur dapat bantuan dari pemerintah Kudus," terangnya. 

Plh Lurah Kajeksan, Muchlisin menyampaikan, bantuan bedah rumah secara simbolis sudah disalurkan Baznas pada akhir Oktober lalu. 

Tetapi, proses pembedahan rumah Suudi baru bisa dimulai pada awal November. 

Kata dia, program ini merupakan bentuk perhatian bupati kepada masyarakatnya yang membutuhkan. 

Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan, dengan harapan banyak bantuan dari pihak lain berdatangan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved