Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

VIRAL Anak Yatim di Wonogiri "Protes Bisu" Dituding Maling Rp 66 Ribu, Kepsek Pasang Badan

Kisah anak yatim di Kabupaten Wonogiri, Jateng, MI (18) yang dituduh mencuri uang Rp66 ribu saat magang di Kecamatan Wonogiri Kota viral di medsos

Tayang:
Editor: Muhammad Olies
Tribunnews.com
Poster yang dibawa oleh siswa SMK tak mau dituduh mencuri cuma Rp 66 ribu 

TRIBUNJATENG.COM - Kisah anak yatim di Kabupaten Wonogiri, Jateng, MI (18) yang dituduh mencuri uang Rp66 ribu saat magang di Kecamatan Wonogiri Kota viral di media sosial.

Setelah dituding mencuri uang, MI akhirnya melakukan aksi di luar dugaan.

MI diketahui melakukan protes keliling di jalan membawa poster karena tak terima dituduh mencuri uang Rp 66 ribu.

Anak yatim ini sedang menuntut keadilan atas nasib yang menimpanya.

Dalam video yang beredar, tampak sang siswa yang mengaku anak yatim dan dituduh melakukan pencurian oleh pihak sekolah dan tempat magangnya.

 "Demi Allah aku anak yatim 'Bukan Pencuri' tidak seperti yang dituduhkan guru SMK Bhakti Mulia dan apotek (tempat magang). Mencari keadilan," bunyi tulisan dalam poster itu.

Baca juga: Inilah Sosok Isaiah Garza, Bule Amrik yang Bayar Donat Dagangan Anak Yatim dengan Uang Rp 7 Juta

Baca juga: Viral Kisah Anak Yatim Dapat Rezeki Nomplok 500 Dolar, Usai Beri Uang Rp 20 RIbu Ke Bule Kelaparan

MI merupakan murid kelas 12 di SMK Bhakti Mulia.

Kepala SMK Bhakti Mulia Wonogiri Sutardi menjelaskan, masalah bermula saat MI menjalankan tugas magang di salah satu apotek di Wonogiri.

Pada 19 Oktober 2023, ada selisih saat dilakukan stok opname obat.

"Nilainya sebenarnya tidak besar, hanya Rp 66 ribu. Tapi kan sekolah juga harus bertanggung jawab," jelasnya.

Menurut Sutardi, MI kemudian dimintai keterangan karena berdasarkan kronologi, siswa bersangkutan sedang piket di apotek itu.

Dia memastikan masalah itu sudah selesai dan pihak apotek juga tidak mempermasalahkannya.

"Sebenarnya tidak dipermasalahkan oleh pihak apotek saat itu. Namun di apotek itu ada bisnis ya, kita akhirnya turun tangan juga ke sana," ujarnya.

Sementara itu diketahui jika keluarga MI bereaksi usai aksi sang siswa viral.

Berdasarkan keterangan paman selaku wali murid MI, Achmad Fadlillah mengatakan, pihak keluarga mengetahui kasus itu selesai setelah ada panggilan dari pihak sekolah.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved