Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Piala Dunia U17 2023

PSSI: Rumput di 4 Stadion Piala Dunia U17 Sudah Sesuai Standar FIFA

Rumput lapangan yang digunakan di empat stadion untuk Piala Dunia U17 2023 sudah sesuai dengan standar FIFA.

LOC WCU17/BRY
Penyerang timnas U17 Brasil, Estevao Willian (kiri), berebut bola dengan gelandang timnas U17 Iran, Abolfazl Zamani. Laga Brasil vs Iran pada matchday pertama Grup C Piala Dunia U17 2023 tersebut digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (11/11/2023) malam WIB. 

TRIBUNJATENG.COM - Rumput lapangan yang digunakan di empat stadion untuk Piala Dunia U17 2023 sudah sesuai dengan standar FIFA dan melalui peninjauan ketat secara berkala.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum 2 PSSI, Ratu Tisha.

Tanggapan ini menyusul sorotan terhadap kondisi rumput lapangan di Stadion Jakarta International Stadium (JIS), setelah laga-laga Kaledonia Baru vs Inggris dan Brasil vs Iran di Grup C Piala Dunia U17, Sabtu (11/11/2023).

Baca juga: Penonton Piala Dunia U-17 di Solo Sepi, Menparekraf Bikin Pola Perjalanan Wisata untuk Tim - Fans

Ratu Tisha menyampaikan bahwa tim ahli FIFA melakukan kunjungan berkala dimulai dari 14 hari sebelum, hingga 3 hari jelang pertandingan untuk mengecek kondisi lapangan.

“Terkait lapangan, perlu kami sampaikan bahwa seluruh lapangan sudah approve oleh seluruh pihak.

Kami justru mendapat apresiasi dan FIFA dan manajemen tim peserta," ujar Ratu Tisha dalam keterangan tim pusat informasi Piala Dunia U17, Minggu (12/11/2023).

"Mereka memberi rapor bagus buat stadion.

Namun, apakah kami puas, tentunya tidak, dan kami akan terus benahi area-area yang memang masih dapat ditingkatkan," katanya.

Selain itu, Tisha menuturkan rumput di lapangan di Stadion JIS merupakan tipe yang unik dan spesial.

Dengan keistimewaan ini, Indonesia perlu mendatangkan banyak alat khusus dari Eropa dan Australia untuk menyediakan proses penempatan rumput yang terbaik.

Penempatan rumput di JIS menggunakan metode terbaru, yaitu roll, bukan cara yang sebelumnya, yakni patch atau pengubinan.

"Metode rolling ini juga merupakan metode terbaru dan pertama diterapkan dalam lapangan Indonesia," ujarnya.

"Waktu yang diberikan memang singkat, tetapi ini adalah usaha paling maksimal dan kami bersyukur semua pihak telah memberikan izin untuk menggelar pertandingan dan diputuskan semua lapangan layak, termasuk JIS," ujar Tisha.

FIFA yang memilki wewenang, bisa melarang penggunaan lapangan apabila dianggap tidak layak dan memenuhi standar.

Pada turnamen ini, tidak hanya dari pihak FIFA yang melakukan inspeksi lapangan, tetapi datang juga dari manajemen tim peserta.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved