Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kesiapan Penuh! Kabupaten Kudus Siap Hadapi Musim Hujan dan Bencana

Seluruh instrumen aparat di Kabupaten Kudus telah siap siaga menghadapi risiko bencana yang akan terjadi saat musim hujan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Pj Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan saat berjabat dengan dengan anggota Samapta Polres Kudus dalam apel kesiapsiagaan bencana di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Senin (20/11/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Seluruh instrumen aparat di Kabupaten Kudus telah siap siaga menghadapi risiko bencana yang akan terjadi saat musim hujan. Selain persiapan personel, sejumlah sarana dan prasarana penanganan kebencanaan juga telah siap untuk digunakan sewaktu-waktu.

Penjabat Bupati Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, baik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, TNI, Polri, relawan, maupun sejumlah perusahaan di Kudus siap untuk terjun langsung dalam upaya penanganan saat terjadi bencana.

“Dengan begitu semoga saat terjadi bencana gold time, bisa dicapai. Kata kuncinya mengurangi adanya dampak bencana, minimal tidak ada korban jiwa,” kata Bergas.

Sejumlah personel secara gabungan juga sudah menjalin koordinasi dan latihan secara intens. Bergas beranggapan, bahwa hal tersebut merupakan pertanda bagus jika ke depan terjadi bencana terkait penanganannya akan cepat.

“Misalnya saat terjadi puting beliung, mereka akan bersinergi dengan baik. Dari sisi kapasitas mereka mumpuni, tinggal bagaimana mengembangkan kapasitas mereka menular sampai ke desa-desa,” kata Bergas.

Untuk sarana prasarana penanganan bencana, kata Bergas, sudah mencukupi. Sarana dan prasarana tersebut tidak hanya milik pemerintah maupun aparat lainnya. Akan tetapi sejumlah organisasi massa, perusahaan, dan sejumlah relawan telah dilengkapi dengan sejumlah alat milik mereka sendiri.

“Ini juga perlu keaktifan sejumlah warga yang ada di desa-desa saat terjadi bencana agar segera menginformasikan agar cepat penangannya. Syukur desa membentuk desa tangguh bencana (Destana) baru biar bisa secara cepat tertangani,” kata Bergas.

Dari 132 desa dan kelurahan yang ada di Kudus baru 32 desa yang telah terbentuk Destana. Masing-masing desa tersebut juga harus memiliki perangkat personel yang tanggung dan respons cepat. Dengan begitu dampak atau risiko bencana bisa diminimalisir.

Bergas juga meminta kepada BPBD maupun relawan di tingkat kabupaten untuk terus merawat dan menjalin informasi dengan sejumlah relawan yang ada di desa-desa. Dengan begitu risiko nyawa melayang bisa terhindar.

“Karena dalam bencana satu meninggal adalah tragedy,” kata dia.

Di samping itu, untuk mengurangi jatuhnya korban nyawa di Kudus juga sudah hampir seluruh warganya tercakup sebagai peserta BPJS Kesehatan. Alhasil ketika terjadi hal-hal yang mengancam nyawa akibat bencana bisa segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk segera ditangani.

Kemudian untuk mengurangi terjadinya dampak atau risiko bencana yang baru-baru ini terjadi, pihaknya telah memerintahkan kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup untuk melakukan perimbasan sejumlah pohon yang ada di samping jalan. Perimbasan itu berkaitan dengan risiko pohon tumbang dan mencelakai orang yang ada di bawahnya. Beberapa waktu lalu ada warga Kudus yang meninggal karena tertimpa pohon tumbang saat melintas di jalan. (Goz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved