Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Jalan Rusak Desa Kayen Ditanam Pohon Pisang, Warga: Respon Pemkab Pati Sangat Lambat

Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengguna jalan, warga Desa Kayen Pati tanam pohon pisang di lubang jalan yang menganga. 

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
DITANAMI PISANG - Jalan berlubang di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ditanami pohon pisang, Senin (30/3/2026). Aksi ini dilakukan warga setempat sebagai bentuk protes karena jalan tak kunjung diperbaiki. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, rusak parah.

Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengguna jalan, warga setempat menanam sejumlah pohon pisang di lubang-lubang jalan yang menganga. 

Aksi ini dipicu oleh seringnya terjadi kecelakaan dan lambatnya respon pemerintah dalam melakukan perbaikan permanen pada jalur yang menjadi urat nadi menuju berbagai fasilitas publik tersebut.

Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com pada Senin (30/3/2026), pemandangan unik sekaligus ironis terlihat di sebelah barat RSUD Kayen, tepatnya di RT 06 RW 01.

Lubang-lubang dalam yang tergenang air kini ditandai dengan pohon pisang yang ditanam di dalam ban bekas. 

Jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Kayen dengan beberapa desa lain seperti Desa Slungkep dan Sumbersari.

Baca juga: Plt Bupati Pati: ASN Tidak Perlu WFH, Jarak Tempuh Masih Sangat Terjangkau

Sosok Praka Farizal Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Bakal Dimakamkan di Kulon Progo

Head to Head Indonesia Vs Bulgaria: Ujian Sesungguhnya John Herdman

Herlan Puji Jasmani, warga Kayen mengungkapkan bahwa penanaman pohon pisang ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan pesan kepada pemangku kebijakan. 

Dia merasa aset-aset penting di wilayah tersebut seperti rumah sakit, sekolah, hingga rumah ibadah terancam karena buruknya akses jalan.

Menurut Herlan, jalan tersebut seharusnya dalam kondisi baik karena terintegrasi dengan banyak fasilitas publik. 

Dia bahkan menceritakan pengalaman pribadinya saat menjadi korban dari buruknya jalan tersebut. 

Herlan terjatuh saat melintas pada malam hari karena tidak mengetahui adanya lubang dalam yang tertutup genangan air. 

"Saya sendiri pernah mengalami kecelakaan. Saya dari Solo, ketika lewat sini tidak tahu kalau di sini berlubang (karena jalan tergenang air), sehingga saya jatuh di sini," ungkap dia.

Herlan pun kesal dan berinisiatif menanami lubang jalan dengan pohon pisang pada Minggu (29/3/2026) sore.

"Sederhana tujuannya. Saya cuma memberikan rambu-rambu bagi pengguna jalan sampai pemangku kebijakan," kata dia.

Senada dengan Herlan, Sujarwanto warga RT 06 RW 01 Desa Kayen menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini mulai parah sejak adanya proyek perbaikan trotoar sekira enam bulan yang lalu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved