Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

5.000 Orang Terdiri Pasien, Pengungsi Wanita dan Anak Ada di RS Indonesia yang Diserang Israel

Abdul Murad juga menyebut, serangan menggunakan tank itu merusak ruang perawatan pasien yang dirawat di RS Indonesia

Editor: muslimah
GMaps
Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Serangan Israel makin membabi buta.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina tak luput menjadi sasaran.

Serangan ke Rumah Sakit Indonesia berlangsung pukul 09.00 WIB Minggu (19/11/2023) malam atau dini hari waktu setempat .

Akibatnya bangunan lantai 3 RS Indonesia rusak parah

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) Sarbini Abdul Murad mengatakan, ada delapan korban tewas yang kemudian diketahui bertambah jadi 12 orang akibat peristiwa itu.

Baca juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Dibombardir Tentara Israel, 8 Orang Tewas 

Baca juga: Kecelakaan Maut Pelajar Pengendara Motor Tabrak Truk yang Dikemudikan Warga Pemalang

Sementara itu, korban luka jauh lebih banyak, tetapi belum bisa terdata dengan pasti.

"Yang luka-luka banyak belum bisa terkonfirmasi karena panik belum bisa terhitung," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/11/2023).

Abdul Murad juga menyebut, serangan menggunakan tank itu merusak ruang perawatan pasien yang dirawat di RS Indonesia.

Kepanikan dan kondisi mencekam yang terjadi di RS Indonesia digambarkan Site Manager Pembangunan RS Indonesia Gaza Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Nur Ikhwan Abadi lewat berita video dari kanal Aljazera.

Serangan yang dilakukan Israel juga menghambat evakuasi pasien yang berada di ruang ICCU lantai 4 RS Indonesia.

"Mereka para pekerja, para tenaga kesehatan tidak bisa bergerak untuk mengambil para pasien yang ada di ICCU lantai 3, karena setiap ada pergerakan tentara Israel menembaki mereka," ucap Nur.

Serangan tersebut juga menyebabkan pasien yang berada di lantai 3 terus dievakuasi ke lantai dasar sehingga menyebabkan penumpukan.

Nur mengatakan, setidaknya ada 5.000 orang dari pasien dan pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak berada di dalam Gedung RS Indonesia.

Menurut dia, dalam video yang dirilis Aljazera terkait kondisi terkini RS Indonesia itu, banyak anak dan perempuan yang berada di tempat tersebut. 

Sebab itu pula, MER-C meminta agar Israel segera menghentikan serangan yang ditujukan langsung ke RS Indonesia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved