Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mbak Ita Ingin Tingkatkan Kompetensi Pendidik di Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, Hari Guru Nasional 2023 adalah momentum untuk meningkatkan kompetensi pendidik.

Tayang:
dok Humas Pemkot Semarang
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Minggu (26/11/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan, Hari Guru Nasional 2023 adalah momentum untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pendidik pada era serbadigital.

"Saya sudah bicara, tidak hanya guru saja tetapi semuanya. Bahwa setiap kali ada penerimaan guru baru apalagi kemarin baru saja seleksi PPPK," kata Ita, sapaannya, saat menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Minggu (26/11/2023).

Ita mengatakan, pembekalan tersebut sudah menjadi jalur wajib yang harus dilewati guru, baik berstatus abdi negara maupun swasta.

Baca juga: Mbak Ita Titip Pencegahan Kasus Perundungan Saat Peringatan Hari Guru di Semarang

Terlebih, pada saat penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang baru dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

"Pasti harus diberi bekal, umpamanya guru BK, itu harus punya (respons tinggi-red) bila ada anak yang terkena bullying atau yang tersandung masalah lain," ujarnya.

Dia menyatakan, kompetensi merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Kompetensi yang menjadi dasar profesionalitas yaitu tentang penguatan mental.

Hal ini sudah masuk dalam kalender pembahasan antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang.

"Memang sangat diperlukan penguatan mental, jadi guru bisa kuat menghadapi anak-anak kita yang tidak mudah pada era sekarang, di mana anak-anak bisa membawa handphone yang di dalamnya ada media sosial beserta konten-konten yang tidak sesuai dengan umur mereka," ujarnya.

Di menyebut, guru adalah profesi yang berada di garis depan masa depan bangsa.

Seorang guru tidak selamanya tegar mendidik dan membimbing siswa-siswinya.

"Jangan dikira guru itu powerfull. Guru-guru itu sebenarnya kadang mentalnya tidak kuat, mereka juga memiliki permasalahan di rumah, belum lagi di sekolah menghadapi para peserta didik," ungkapnya. 

"Bayangkan sendiri, kita mengurus anak satu, dua saja juga merasakan pusing, apalagi guru. Di celah itulah kami memberikan motivasi, termasuk konseling karena mereka juga memiliki tingkat stressing," katanya, lagi.

Baca juga: Peringati Hari Guru, Siswa SMA Van Lith Magelang Pertontonkan Opera Bully Siswa & Sandera Umar Bakri

Dukungan untuk peningkatan kompetensi tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, perhatian tersebut juga harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencetak generasi-generasi masa depan yang hebat.

"Inilah yang kami dorong supaya para bapak ibu guru dapat mendidik dan membimbing anak-anak makin baik, hebat, dan menorehkan prestasi luar biasa," katanya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved