Berita Kudus
Jajan Sadis Wulansari Kian Berseri Berkat Dekengan BRI
Bisnis rumahan berupa produksi makanan ringan yang dirintis Wulansari kini telah berkembang sejak
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bisnis rumahan berupa produksi makanan ringan yang dirintis Wulansari kini telah berkembang sejak mendapat suplai pinjaman dari Bank BRI.
Pinjaman tersebut dia gunakan untuk tambahan modal hingga akhirnya omzetnya meroket, bahkan dia merambah ke lini usaha baru.
Perempuan berusia 27 tahun yang tinggal di RT 5 RW 3 Desa Burikan, Kecamatan Kota Kudus ini sudah sejak 2017 merintis usaha makanan ringan. Ibu beranak dua ini mampu meraih omzet per bulan mencapai Rp 6 juta dari usaha jualan makanan ringan yang diberi merk jajan sadis dari yang semula omzetnya hanya ratusan ribu rupiah saja.
Bermula dari kesukaannya sejak belia mengonsumsi makanan pedas, akhirnya dituangkan dalam bisnir berupa produk jualan yang sebagian besar dipasarkan via daring. Dia memilih nama produknya jajan sadis lantaran hampir semua produknya memiliki rasa pedas. Di antara produknya yaitu makaroni, mie lidi, kerupuk tamalada bawang, dan basreng.
Untuk produknya dibanderol dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 70 ribu. Harga tersebut disesuaikan dengan kemasan dan jenis jajanan.
Mula-mula Wulansari merupakan seorang pekerja swasta di Jepara. Pada 2017 di sela-sela pekerjaannya, Wulan menyempatkan diri untuk merintis usaha dagang makanan ringan pedas. Dia memilih waktu sebelum dan setelah bekerja untuk menemui para pelanggannya yang ingin membeli barang dagangannya. Sebagian besar pelanggan saat itu adalah temannya.
“Saya pasarkan via whatsapp, kemudian ada teman yang pesan saya antarkan sebelum atau sesudah kerja. Proses bayarnya saat barang dagangan sudah diterima,” kata Wulansari saat ditemui di rumah tinggalnya, Kamis (16/11/2023).
Medio 2018 dia menikah dengan seorang pria asal Garut, Jawa Barat. Rintisan usaha jualan makanan ringannya masih tetap jalan setelah menikah.
Hingga akhirnya pada 2019 dia memilih untuk keluar dari pekerjaannya karena kandungannya gugur.
Di balik peristiwa tersebut rupanya membawanya ke arah yang kian serius dalam menekuni usaha jualan makanan ringan. Sebab, usaha jualannya bisa dilakukan di rumah sembari menjaga kesehatan kandungannya demi mendapat karunia berupa buah hati.
Ibarat sudah terlanjur basah, dia pun kian tekun dan serius dalam memasarkan produknya. Pada 2020 mertuanya di Garut menyarankan agar mengembangkan usahanya dengan cara menambah modal dari meminjam di BRI. Saran dari sang mertua akhirnya diamini. Dia pun memilih produk pinjaman dari BRI berupa kredit usaha rakyat (KUR). Dia ambil modal pinjaman Rp 10 juta saat itu. Seluruhnya dia gunakan untuk menambah modal usaha.
“Semula saya jualan jajanan pedas itu produknya saya beli matang kemudian saya kemas dan jual. Setelah melakukan pinjaman di BRI akhirnya saya disarankan mertua untuk membuat sendiri produk tersebut. Dengan begitu keuntungannya bisa lebih banyak,” kata Wulansari.
Lambat laun usaha yang dilakoni Wulansari kian moncer. Pemasaran yang sepenuhnya dia lakukan via daring berjalan cukup mulus. Di antara kanal media sosial yang dia gunakan untuk lahan promosi yaitu Instagram dengan nama akun @jajansadiskudus.
Untuk semakin mengenalkan produknya, Wulansari menggaet selebgram untuk mempromosikan produknya.
Dari situ rupanya moncer. Produknya kian dikenal di Kudus. Permintaan dari pelanggan pun kian berdatangan. Dari situ dia merasa bahwa hadirnya BRI sebagai bank pemberi pinjaman modal memang benar-benar hadir.
Hadirnya BRI bisa dirasakan Wulansari karena tidak sekadar sebagai lembaga keuangan pemberi modal belaka.
Dalam beberapa kesempatan Wulansari dilibatkan BRI saat ada momentum festival UMKM. Dari situ produknya kian dikenal. Bahkan dia juga didampingi dari BRI terkait pembayaran nontunai melalui kode QRIS.
“Lebaran terakhir kemarin saya disarankan dan didampingi BRI untuk menggunakan QRIS untuk pembayaran nontunai setelah sebelumnya saya diajak festival produk UMKM,” katanya.
Tidak berhenti pada usaha jualan makanan ringan, Wulansari kini mengembangkan usahanya dengan membuka kedai di kampung halamannya di Dukuh Ngemplak, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Kedainya buka sejak sebulan terakhir. Menu yang dijajakan pun tetap dengan khas rasa pedas. Di antaranya seblak, bakso aji, dan cuanki.
Wulansari merupakan satu di antara 32.679 debitur KUR di Kabupaten Kudus yang digulirkan oleh BRI. Untuk jumlah kredit aktif KUR di Kudus yakni mencapai Rp 802 miliar.
Wulansari memilih BRI sebagai dekengan atau dukungan untuk tambahan modal lantaran proses pengajuan pinjaman yang dinilai mudah.
Dengan keuletan dan kegigihannya, kini usahanya telah berkembang. Selain bisa berkembang, dari usahanya tersebut dia kini secara mandiri bisa menyisihkan keuntungan untuk ditabung.
Dilansir dari laman https://bri.co.id ada beberapa program pinjaman berbasis KUR yang digulirkan BRI. Pertama yakni KUR Mikro Bank BRI kredit modal kerja atau investasi dengan plafon maksimal Rp 50 juta per debitur.
Kemudian kedua yaitu program kedua yaitu KUR Kecil Bank BRI yaitu kredit modal kerja atau investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif layak mendapatkan plafon lebih dari Rp 50 juta sampai batas Rp 500 juta per debitur.
Selanjutnya yaitu program KUR TKI BRI. Untuk yang terakhir ini dengan plafon sampai Rp 25 juta per debitur diberikan kepada calon tenaga kerja Indonesia untuk membiayai keberangkatan ke negara penempatan kerja.
Pimpinan Cabang BRI Kudus Iman Indrawan mengatakan, keberpihakan BRI kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan bisa semakin tumbuh dan berkembang, begitu juga dengan BRI sebagai bank penyedia produk pinjaman bisa semakin tumbuh dan tangguh.
“BRI Kantor Cabang Kudus dengan semua unit kejra, supervisi, dan e-channel akan terus mendukung UMKM di Kudus. Tidak hanya dengan penyaluran kredit, kami juga memberikan pelayanan keuangan atau perbankan untuk pelaku UMKM dan masyarakat Kudus pada umumnyaa dengan pelayanan semaksimal mungkin,” kata Iman. (Goz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Wulansari-menata-produk-jualannya-di-kediamannya-di-RT-5-R.jpg)