Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Panca Merekam Semua Adegan Cara Membunuh 4 Anaknya, Diawali Ajakan Bobok Siang

Polisi mengungkap bahwa Panca awalnya membawa anak bungsunya yang berusia 1 tahun ke dalam kamar dengan alasan ingin menidurkannya.

|
istimewa
TKP pembunuhan empat anak di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBAYORAN BARU - Panca Darmansyah terungkap melakukan bujukan sebelum mengakhiri hidup empat anak kandungnya.

Aksi tragis ini terjadi pada Minggu (3/12/2023), setelah serangkaian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, D.

Empat anak yang menjadi korban adalah VA (6), SK (4), RA (3), dan AK (1).

TKP pembunuhan empat anak di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum lama ini.
TKP pembunuhan empat anak di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum lama ini. (istimewa)

Baca juga: Panca Sempat Bikin Video Usai Habisi 4 Anaknya di Jagakarsa, Lalu Tulis Pesan dengan Darahnya

Kompol Henrikus Yossi, Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa Panca awalnya membawa anak bungsunya yang berusia 1 tahun ke dalam kamar dengan alasan ingin menidurkannya.

"Saat itu dengan dalih ingin menidurkan anaknya," kata Yossi kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

Namun, daripada tidur siang, Panca malah mengakhiri nyawa anaknya dengan membekap hidung dan mulut menggunakan tangan kosong.

Yossi menambahkan bahwa untuk memastikan anaknya telah meninggal, Panca menempelkan telinganya ke dada korban.

"Aksi kejam ini dilakukan secara berurutan, satu per satu tanpa diketahui oleh ketiga anak lainnya yang berada di ruangan lain," ungkap Yossi.

Setelah membunuh keempat anaknya, Panca menuju dapur untuk mengakhiri hidupnya dengan mengambil sebilah pisau.

"Yang bersangkutan melukai pergelangan tangannya sendiri dan mencoba menusukkan pisau ke perutnya," kata Yossi.

Pisau yang digunakan ditemukan di sebelah tubuhnya saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan.

Tidak hanya itu, Panca juga menggunakan darahnya sendiri untuk menulis pesan di lantai, yang ditemukan polisi saat olah TKP.

Pesan tersebut berwarna merah dan tertulis "Puas Bunda Tx For All," menegaskan bahwa Panca lah yang menuliskannya setelah melakukan aksi pembunuhan.

Jenazah keempat anak Panca baru ditemukan beberapa hari kemudian, pada Rabu (6/12/2023) sore.

Selama empat hari itu, Panca tinggal serumah dengan jasad keempat anaknya tanpa makan dan minum.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved