Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilpres 2024

Singgung Masa Lalu saat Debat Capres 2024, Prabowo: Mas Anies Ini Agak Berlebihan

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyinggung soal masa lalunya dengan capres nomor urut 1 Anies Baswedan.

Istimewa
Prabowo Subianto saat tampil di debat perdana Pilpres 2024, Selasa (12/12/2023) malam 

TRIBUNJATENG.COM - Debat perdana calon presiden (capres) 2024 dilaksanakan pada Selasa (12/12/2023) pukul 19.00 WIB di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat.

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyinggung soal masa lalunya dengan capres nomor urut 1 Anies Baswedan.

Yakni, saat momen Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Baca juga: Balas Serangan Anies, Prabowo Keluarkan Jurus Silat

Awalnya Prabowo mengkritik soal pernyataan Anies yang mengatakan bahwa indeks demokrasi di Indonesia menurun.

Anies menyebut rakyat Indonesia tidak percaya dengan proses demokrasi di Indonesia saat ini.

Anies Baswedan menjawab pertanyaan Ganjar Pranowo soal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) saat debat capres perdana yang digelar Selasa (12/12/2023) malam.
Anies Baswedan dalam debat capres perdana yang digelar Selasa (12/12/2023) malam. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

“Kebebasan bicara, oposisi penyeimbang negara, proses pemilu, proses Pilpres yang netral transparan dan jujur dan adil dan dalam hal ini mengalami problem,” ungkapnya.

Menurut Anies saat ini kebebasan berbicara menurun termasuk dalam hal mengkritik partai politik.

Anies juga mengungkap soal dinamika partai politik di Indonesia, salah satunya soal biaya berpolitik.

“Partai politik ini memerlukan biaya dan biaya politik ini tidak pernah diperhatikan dalam proses politik, untuk kampanye, untuk operasional partai, semua ada biayanya.”

“Sudah saatnya pembiayaan politik itu dihitung dengan benar ada transparasi sehingga rakyatpun melihat institusi yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Tanggapan Prabowo

Prabowo pun langsung menanggapinya dengan memberikan kritik pada Anies.

“Mas Anies, Mas Anies. Saya berpendapat Mas Anies ini agak berlebihan,” kata Prabowo.

Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra ini juga mengungkap saat Pilgub DKI Jakarta 2017, di mana kala itu Anies dan Sandiaga Uno memenangkan gelaran pemilu tersebut.

Menurutnya, terpilihnya Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu merupakan bentuk demokrasi yang masih sehat di Indonesia saat ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved