Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Apa yang Terjadi, Kok Cuaca Panas Lagi? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Apa yang terjadi, kok cuaca panas lagi? Itulah yang disuarakan netizen di media sosial X (Twitter)

Editor: muslimah
budi susanto
Ilustrasi. Foto: Seorang pemancing di Sungai Banjir Kanal Barat, yang ada di Bendungan Pleret Kota Semarang, menunggu kailnya disambar ikan, Ia menunggu di tengah cuaca panas di Kota Semarang, Selasa (9/8/2022). 

"Di mana dalam beberapa hari terakhir aktivitas fenomena atmosfer yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan," jelasnya.

Aktivitas fenomena atmosfer tersebut terlihat pada kondisi El Nino dan Dipole atau kondisi naik-turunnya suhu permukaan laut.

"Kondisi El Nino Moderate dan Dipole Mode Positif menunjukkan potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia," ungkapnya.

Guswanto mengungkapkan, potensi curah hujan rendah tersebut diketahui dari analisis kondisi iklim global.

"Hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi El Nino Moderat dengan nilai NINO 3.4 sebesar +1.70 dan nilai SOI sebesar -6.0," kata dia.

"Nilai DMI sebesar +1.21 juga menunjukkan Dipole Mode Positif," lanjutnya.

Sementara dari hasil analisis kondisi regional per tanggal 16 Desember 2023, curah hujan di Indonesia belum merata.

Padahal hujan dapat mengurangi hawa panas dan teriknya sinar Matahari karena pengaruh pergerakan awan hujan.

Lebih lanjut, curah hujan yang belum merata ini diketahui dari analisis Outgoing Longwave Radiation (OLR), Madden Julian Oscillation (MJO), dan aktivitas gelombang ekuator.

"Analisis OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif," ucap Guswanto.

Tepatnya di Pulau Sumatera bagian utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Selain itu potensi curah hujan yang tidak merata juga dilihat dari pantauan daerah konvergensi yang hanya terjadi pada sejumlah wilayah.

"Pantauan daerah konvergensi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan."

"Di Laut Natuna, Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan bagian selatan, Selat Makassar, Sulawesi bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafura, NTT dan Maluku," tambahnya.

Sebelumnya BMKG menyebutkan sejumlah daerah di Indonesia yang mencatatkan suhu terpanas pada 16-17 Desember 2023.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved