Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Apa yang Terjadi, Kok Cuaca Panas Lagi? BMKG Jelaskan Penyebabnya

Apa yang terjadi, kok cuaca panas lagi? Itulah yang disuarakan netizen di media sosial X (Twitter)

Editor: muslimah
budi susanto
Ilustrasi. Foto: Seorang pemancing di Sungai Banjir Kanal Barat, yang ada di Bendungan Pleret Kota Semarang, menunggu kailnya disambar ikan, Ia menunggu di tengah cuaca panas di Kota Semarang, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM - Apa yang terjadi, kok cuaca panas lagi?

Itulah yang disuarakan netizen di media sosial X (Twitter).

Setelah sebelumnya di awal Desember 2023 hujan mulai mengguyur, beberapa waktu terakhir cuaca kembali panas.

Di Semarang, ibu kota Jateng misalnya. Hujan sudah jarang turun.

Di pihak lain, matahari bersinar cukup terik bahkan terkadang terasa sangat panas.

Baca juga: Viral Gelang Emas Rp 28 Juta yang Hilang Dikembalikan Pencuri Setelah Didoakan Ustaz

Baca juga: Inilah Sosok Vania, Kasir Indomaret di Purwokerto Viral Fasih Bahasa Jepang Cuma Dengan Nonton Anime

Atas fenomana ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi penjelasan.

Netizen sendiri mengungkapkan keheranan mengapa beberapa hari belakangan ini cuaca kembali panas.

"Ini... kita kemarau lagi kah...?" cuit @selphieusagi, Minggu (17/12/2023).

"Cuaca nya lagi panas mulu, udah 3 atau 4 hari ya? setiap tidur jadi mandi keringet lagi," ketik @_av0caddo, Sabtu (16/12/2023).

"Tempat kalian balik ke musim panas lagi atau stay di musim hujan sih? Kok Bandung malah panas lagi ya, mana panas banget," tulis akun @papaojol, Jumat (15/12/2023).

"Perasaan kemarin Semarang suasananya enak udh mulai adem sejuk, kok skrg panas lagi yaa. Mana panas bgt uuu, kalian ngerasa sama gasii? -dips!" tulis netizen di akun @undipmenfess, Sabtu (16/12/2023).

Lantas mengapa cuaca pada beberapa hari belakangan ini kembali terasa panas?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto membenarkan bahwa suhu meningkat pada beberapa hari belakangan ini.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer.

"Kondisi tersebut tentunya dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer," ungkap Guswanto kepada Kompas.com, Minggu (17/12/2023).

"Di mana dalam beberapa hari terakhir aktivitas fenomena atmosfer yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan," jelasnya.

Aktivitas fenomena atmosfer tersebut terlihat pada kondisi El Nino dan Dipole atau kondisi naik-turunnya suhu permukaan laut.

"Kondisi El Nino Moderate dan Dipole Mode Positif menunjukkan potensi curah hujan rendah untuk wilayah Indonesia," ungkapnya.

Guswanto mengungkapkan, potensi curah hujan rendah tersebut diketahui dari analisis kondisi iklim global.

"Hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi El Nino Moderat dengan nilai NINO 3.4 sebesar +1.70 dan nilai SOI sebesar -6.0," kata dia.

"Nilai DMI sebesar +1.21 juga menunjukkan Dipole Mode Positif," lanjutnya.

Sementara dari hasil analisis kondisi regional per tanggal 16 Desember 2023, curah hujan di Indonesia belum merata.

Padahal hujan dapat mengurangi hawa panas dan teriknya sinar Matahari karena pengaruh pergerakan awan hujan.

Lebih lanjut, curah hujan yang belum merata ini diketahui dari analisis Outgoing Longwave Radiation (OLR), Madden Julian Oscillation (MJO), dan aktivitas gelombang ekuator.

"Analisis OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif," ucap Guswanto.

Tepatnya di Pulau Sumatera bagian utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Selain itu potensi curah hujan yang tidak merata juga dilihat dari pantauan daerah konvergensi yang hanya terjadi pada sejumlah wilayah.

"Pantauan daerah konvergensi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan pertumbuhan awan hujan."

"Di Laut Natuna, Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan bagian selatan, Selat Makassar, Sulawesi bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafura, NTT dan Maluku," tambahnya.

Sebelumnya BMKG menyebutkan sejumlah daerah di Indonesia yang mencatatkan suhu terpanas pada 16-17 Desember 2023.

Hal itu diungkapkan BMKG dalam unggahan suhu maksimum harian di Indonesia melalui  akun Instagram resminya @infobmkg.

Beberapa wilayah dengan suhu terpanas berada di Jawa bagian barat, Lampung, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan dengan kisaran temperatur 34,6-36,6 derajat celcius.

"Berikut informasi suhu maksimum harian di Indonesia pada 16 - 17 Desember 2023 pukul 07.00 WIB. Yuk dicek, adakah wilayahmu termasuk di dalamnya?" tulis BMKG, Minggu (17/12/2023).

Pencatatan wilayah dengan suhu terpanas di Indonesia dilakukan BMKG pada Sabtu (16/12/2023) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (17/12/2023) pukul 07.00 WIB.

Simak wilayah dengan suhu terpanas Desember 2023 berikut ini:

Stasiun Meteorologi Maritim Serang, Kota Serang, Banten: 36,4 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur: 35,8 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Barat: 35,6 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat: 35,6 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Banten: 35,4 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Nangapinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 35,4 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Raden Inten II, Lampung Selatan, Lampung: 35,4 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Budiarto, Tangerang, Banten: 35,3 derajat Celcius

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Tangerang Selatan, Banten: 35,2 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Tanah Merah, Boven Digoel, Papua: 35,0 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin, Bima, NTB: 35,0 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat: 35,0 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Perak I, Surabaya, Jawa Timur: 35,0 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin, Mimika, Papua: 34,9 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah: 34,8 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Nabire, Nabire, Papua Tengah: 34,8 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, NTT: 34,6 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Soekarno Hatta, Cengkareng: 34,6 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat: 34,6 derajat Celcius

Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan: 34,6 derajat Celcius.  (TribunJatim.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved