Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Natal dan Tahun Baru

Disbudpar Kudus Ingatkan Pelaku Destinasi Wisata Alam Waspada Bencana

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus meminta agar pelaku destinasi wisata bersiap menghadapi musim penghujan. 

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Seseorang mengendarai perahu di Bendung Logung Kabupaten Kudus, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus meminta agar pelaku destinasi wisata bersiap menghadapi musim penghujan. 

Utamanya persiapan untuk menghadapi potensi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir yang bisa datang kapan saja.

Selain itu, Disbudpar juga meminta agar pelaku destinasi wisata supaya tidak memanfaatkan badan sungai sebagai tempat wisata.

Mengingat intensitas hujan mulai tinggi, dikhawatirkan bisa terjadi banjir yang mengancam wisatawan.

Kepala Disbudpar Kudus, Mutrikah mengatakan, keamanan bagi wisatawan harus menjadi prioritas untuk menciptakan wisata yang aman dan nyaman di Kota Kretek.

Pihaknya sudah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada semua destinasi wisata yang ada di Kudus agar melakukan beberapa upaya untuk menjamin keamanan wisatawan di momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baik tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah, swasta, maupun tempat wisata yang dikelola pemerintah desa atau Bumdes.

"Keamanan harus jadi prioritas yang wajib dijaga semua pelaku destinasi wisata. Terutama wisata air, alam, dan wisata yang memanfaatkan badan sungai," terangnya, Sabtu (30/12/2023).

Mutrikah menyebut, saat ini cuaca tidak menentu dan cukup ekstrem dengan intensitas hujan mulai tinggi. 

Pengelola destinasi wisata harus bisa menjamin keamanan sarana dan prasarana penunjang wisatawan.

Artinya, sarpras yang dinilai rusak atau kurang layak harus diperbaiki sebelum digunakan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, pengelola destinasi wisata harus membentuk tim satgas pengamanan wisata. Terutama bagi wisata yang dinilai masuk dalam kategori rawan terjadi bencana. 

"Saya sudah monitoring di beberapa tempat wisata, termasuk di Rahtawu yang memanfaatkan sungai. Sudah diminta oleh BBWS untuk tidak menggunakan sungai karena berbahaya," tuturnya.

Mutrikah mengaku sudah mengimbau agar pelaku destinasi wisata mengindahkan arahan dari BBWS untuk tidak menggunakan sungai karena berbahaya. 

Imbauan sudah disampaikan melalui pemerintah desa setempat dan juga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sekitar, dalam rangka memberikan pelayanan yang aman dan tidak beresiko bagi wisatawan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved