Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Perajin Gebyok di Jepara Masih Kesulitan Rambah Pasar Ekspor

Sejumlah masalah dialami perajin ukiran gebyok di Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Tayang:
TRIBUNMURIA/YUNANSETIAWAN
Salah seorang pengukir gebyok di Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA- Sejumlah masalah dialami perajin ukiran gebyok di Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Satu di antaranya, kesulitan memasarkan produk ke luar negeri.

Hingga saat ini pangsa pasar gebyok dari Jepara masih di tataran lokal atau dalam negeri.

Salah seorang perajin Muslikan menuturkan, para pengusaha berharap bisa mendapatkan pembeli dari luar negeri, entah dari Malaysia atau negara lain.

Selama ini para pengusaha berusaha meluaskan jangkauan pemasarannya.

Namun terkendala akses ke luar negeri.

Muslikan mengakui belum mengetahui cara menggaet pembeli dari luar negeri.

"Saya harap gebyok kami bisa diekspor," ujarnya.

Baca juga: Bertemu Ganjar, Perajin Gebyok di Jepara Wadul Kesulitan Dapatkan Pinjaman Modal Usaha

Selain itu, kendala para pengusaha gebyok adalah pinjaman permodalan.

Menurut Muslikan pinjaman KUR yang didapatkan secara bertahap, dari nominal Rp 5 juta, ke Rp 10 juta, sampai Rp 15 juta.

Nominal sebesar itu tidak cukup untuk menyelesain proses pembuatan gebyok.

Bahkan uang pinjaman yang minim itu sudah habis di tengah-tengah proses pembuatan gebyok.

Untuk itu dia berharap bantuan pinajaman modal UMKM dinaikkan lagi.

Apabila dinaikkan bisa membuat produk gebyok lebih banyak.

"Idealnya permodalan sekira Rp 50 juta. Rp 50 juta bisa jadi 8 gebyok dengan ukuran bervariasi," kata Muslikan, Selasa (2/1/2023).

Apabila bisa stok gebyok banyak, lanjutnya, pelayanan terhadap pembeli bisa jadi ringkas.

Pembeli tidak menunggu waktu berminggu-minggu seperti saat ini. Karena perajin memiliki stok.

Kendalanya saat ini, pembuatan gebyok bergantung pada pesanan.

Perajin tidak bisa membuat stok karena modal usaha yang mepet.

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved