Berita Pekalongan
Aksi Tawuran Pelajar SMP Terungkap di Pekalongan: Dua Kelompok Diamankan Warga
Video viral di Instagram mengungkap aksi tawuran pelajar SMP di Pekalongan. Dua kelompok siswa, termasuk dari SMPN 1 Siwalan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebuah video viral di media sosial Instagram @pekalonganinfo, berdurasi 45 detik, menunjukkan dua pelajar diamankan oleh warga karena hendak terlibat tawuran.
Video tersebut diunggah satu hari yang lalu dan telah ditonton oleh 254 ribu netizen, mendapatkan 600 komentar dari pengguna media sosial.
Dalam video tersebut, disertai dengan keterangan bahwa dua siswa SMP diduga terlibat dalam kelompok gangster dan ditangkap oleh warga di Jalan Raya Sipait, Sragi, dekat Puskesmas. Kejadian ini terjadi tadi malam sekitar pukul 00.12 WIB. Pelaku beserta barang buktinya sudah diamankan di Polsek Sragi.
Himbauan diberikan kepada orangtua atau kakak yang memiliki anak atau adik laki-laki agar menjaga dan mendidik mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.
Desa Tengeng Kulon, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan data yang diterima oleh Tribunjateng.com, empat remaja berhasil diamankan oleh warga. Bahkan, tiga dari mereka berasal dari sekolah yang sama, yaitu SMPN 1 Siwalan.
Dua kelompok remaja, pada saat itu, berjanji untuk melakukan tawuran menggunakan senjata tajam di beberapa titik, yaitu di dekat Pantai Depok, di belakang sekolah, dan terakhir di depan sekolah.
Dua kelompok yang akan melakukan tawuran ini ternyata berasal dari sekolah yang sama. Dalam satu sekolah, ada dua kelompok siswa SMP yang berjanji untuk melakukan tawuran di jalanan.
"Polres Pekalongan mendatangi SMP Negeri 1 Siwalan karena malam tadi mendapat informasi tentang penyerahan empat anak, tiga di antaranya dari SMPN 1 Siwalan."
Dari hasil interogasi awal anggota Satreskrim, diketahui bahwa adik-adik tersebut sebelumnya merencanakan untuk terlibat tawuran di salah satu titik," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim, Jumat (5/1/2024).
Selanjutnya, tim melakukan kunjungan ke SMPN 1 Siwalan karena yang terlibat tawuran masih dari sekolah yang sama, namun terdapat dua grup atau kelompok.
AKP Isnovim mengungkapkan, saat empat pelajar diamankan, anggota dan masyarakat menemukan beberapa senjata tajam di tempat mereka berkumpul.
"Kami telah mendapatkan izin dari pihak sekolah untuk melakukan razia, ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya siswa yang membawa senjata tajam di sekolah."
"Kami melakukannya dengan terpaksa karena kami peduli dengan masa depan bangsa. Kami ingin mencegah agar tidak ada korban atau pelaku anak yang terlibat dalam tawuran," ungkapnya.
Pihak berita menceritakan, berdasarkan informasi yang diterima, para pelajar yang diamankan telah berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk bertemu di suatu titik guna melakukan tawuran.
| RSUD Kraton Boyongan Akhir Desember 2026, Pindah ke Wiradesa Pekalongan |
|
|---|
| Sosok Ruben Prabu Faza Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Diperiksa KPK, Pernah Jadi Wadir PT RNB |
|
|---|
| Viral Balap Liar Anarkis di Pekalongan! Hadang Mobil Karena Tak Terima Terserempet |
|
|---|
| Warung Ayam Goreng di Pujasera Sragi Pekalongan Hangus Terbakar, Dugaan Awal Korsleting |
|
|---|
| Plt Bupati Pekalongan Minta 63 ASN Kooperatif, Jangan Menghindar saat Diperiksa KPK |
|
|---|