Berita Nasional
Laut Merah Memanas, Kemenlu RI Pastikan 4.866 WNI di Yaman Aman
Kemenlu memberikan jaminan bahwa kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Yaman tetap baik dan aman, meskipun terjadi eskalasi konflik di
TRIBUNJATENG.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memberikan jaminan bahwa kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Yaman tetap baik dan aman, meskipun terjadi eskalasi konflik di Laut Merah sejak Jumat (12/1/2024).
Dilansir dari Reuters, AS dan Inggris melancarkan serangan terhadap Houthi di Yaman sebagai respons terhadap penyerangan kapal pelayaran internasional oleh kelompok Houthi di Laut Merah beberapa hari sebelumnya.
Konflik di Laut Merah turut mempengaruhi sejumlah wilayah di Yaman, termasuk Sanaa, Hudaidah, Dhammar, Sa'da Hajjah, dan Taiz, yang merupakan wilayah operasional Houthi.
Baca juga: Italia, Spanyol dan Perancis Nyatakan Tak Mau Ikut-ikutan AS-Inggris Serang Houthi di Yaman
Baca juga: AS Kembali Gempur Yaman Sasar Pangkalan Udara Al-Dailami, Houthi : AS Teroris!
"KBRI Muscat yang bertanggung jawab atas Yaman terus memantau perkembangan situasi keamanan dan kondisi WNI dengan seksama," ungkap Kemenlu melalui situs resminya pada Jumat (12/1/2024).
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban serangan tersebut.
Sebanyak 47 WNI berdomisili di wilayah yang terdampak konflik, dengan rincian 15 orang di Sanaa, 19 orang di Hudaidah, dan 13 orang di Dhammar.
"Berdasarkan komunikasi dengan para WNI, mereka dalam keadaan baik dan aman," tambah Kemenlu.
Menurut Kemenlu, tercatat ada 47 WNI berdomisili di wilayah konflik serangan. Perinciannya, terdapat 15 orang di Sanaa, ada 19 orang Hudaidah, dan 13 orang di Dhammar.
“Berdasarkan komunikasi dengan para WNI tersebut, mereka dalam keadaan baik dan aman,” lanjutnya.
Berdasarkan data lapor diri, terdapat 4.866 WNI yang berdomisili di Yaman. Mereka mayoritas adalah mahasiswa di wilayah Tarim Hadhramaut.
Kemenlu menerangkan, KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan komunitas Indonesia untuk memonitor kondisi serta keselamatan para WNI.
“KBRI Muscat telah mempersiapkan rencana kontingensi jika terjadi eskalasi lebih lanjut,” terangnya.
Sebelumnya, pada 2 November 2023 lalu, KBRI Muscat telah menyampaikan imbauan kepada WNI di Yaman. Imbauan tersebut khususnya ditujukan untuk WNI yang tinggal di wilayah Sanaa dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Mereka juga mengimbau agar dapat berpindah sementara waktu ke Yaman bagian selatan yang lebih aman.
“Dalam keadaan darurat, WNI dapat mengontak hotline KBRI Muscat dengan nomor +968 9600 0210 dan hotline Dit. PWNI dengan nomor +62 812-9007-0027,” jelasnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Eskalasi Konflik Laut Merah di Yaman, Kemenlu: WNI dalam Kondisi Baik dan Aman
| Pembeli Buku Gibran End Game Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi karena Merasa Tertipu |
|
|---|
| Berita Duka, Praka Rico Pramudia Akhirnya Gugur Setelah Sebulan Berjuang Melawan Luka Serius |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Malam Ini Gunung Semeru Alami Erupsi Disertai Letusan Asap |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, IFI Jogja Gelar Program Kreatif Jelajah Pengembangan Game bagi Mahasiswi |
|
|---|
| Raziman Mantan Wakapolda Metro Jaya Tewas Kecelakaan di Medan, Korban Tabrak Lari? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Aksi-demonstrasi-di-jalan-jalan-kota-Hudeida-di-Laut-Merah-Yaman-untuk-mengutuk-serangan.jpg)