Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Laut Merah Memanas, Kemenlu RI Pastikan 4.866 WNI di Yaman Aman

Kemenlu memberikan jaminan bahwa kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Yaman tetap baik dan aman, meskipun terjadi eskalasi konflik di

Editor: m nur huda
AFP
Aksi demonstrasi di jalan-jalan kota Hudeida di Laut Merah Yaman, untuk mengutuk serangan pasukan AS dan Inggris di kota-kota yang dikuasai pemberontak Huthi, pada 12 Januari 2024, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas di Gaza. 

TRIBUNJATENG.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memberikan jaminan bahwa kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Yaman tetap baik dan aman, meskipun terjadi eskalasi konflik di Laut Merah sejak Jumat (12/1/2024).

Dilansir dari Reuters, AS dan Inggris melancarkan serangan terhadap Houthi di Yaman sebagai respons terhadap penyerangan kapal pelayaran internasional oleh kelompok Houthi di Laut Merah beberapa hari sebelumnya.

Konflik di Laut Merah turut mempengaruhi sejumlah wilayah di Yaman, termasuk Sanaa, Hudaidah, Dhammar, Sa'da Hajjah, dan Taiz, yang merupakan wilayah operasional Houthi.

Baca juga: Italia, Spanyol dan Perancis Nyatakan Tak Mau Ikut-ikutan AS-Inggris Serang Houthi di Yaman 

Baca juga: AS Kembali Gempur Yaman Sasar Pangkalan Udara Al-Dailami, Houthi : AS Teroris!

"KBRI Muscat yang bertanggung jawab atas Yaman terus memantau perkembangan situasi keamanan dan kondisi WNI dengan seksama," ungkap Kemenlu melalui situs resminya pada Jumat (12/1/2024).

Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban serangan tersebut.

Sebanyak 47 WNI berdomisili di wilayah yang terdampak konflik, dengan rincian 15 orang di Sanaa, 19 orang di Hudaidah, dan 13 orang di Dhammar.

"Berdasarkan komunikasi dengan para WNI, mereka dalam keadaan baik dan aman," tambah Kemenlu.

Menurut Kemenlu, tercatat ada 47 WNI berdomisili di wilayah konflik serangan. Perinciannya,  terdapat 15 orang di Sanaa, ada 19 orang Hudaidah, dan 13 orang di Dhammar.

“Berdasarkan komunikasi dengan para WNI tersebut, mereka dalam keadaan baik dan aman,” lanjutnya.

Berdasarkan data lapor diri, terdapat 4.866 WNI yang berdomisili di Yaman. Mereka mayoritas adalah mahasiswa di wilayah Tarim Hadhramaut.

Kemenlu menerangkan, KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan komunitas Indonesia untuk memonitor kondisi serta keselamatan para WNI.

“KBRI Muscat telah mempersiapkan rencana kontingensi jika terjadi eskalasi lebih lanjut,” terangnya.

Sebelumnya, pada 2 November 2023 lalu, KBRI Muscat telah menyampaikan imbauan kepada WNI di Yaman. Imbauan tersebut khususnya ditujukan untuk WNI yang tinggal di wilayah Sanaa dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Mereka juga mengimbau agar dapat berpindah sementara waktu ke Yaman bagian selatan yang lebih aman.

“Dalam keadaan darurat, WNI dapat mengontak hotline KBRI Muscat dengan nomor +968 9600 0210 dan hotline Dit. PWNI dengan nomor +62 812-9007-0027,” jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Eskalasi Konflik Laut Merah di Yaman, Kemenlu: WNI dalam Kondisi Baik dan Aman

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved