Berita Semarang
PENAMPAKAN Mobil Pak Rahman Keliling Semarang: Sediakan Bahan Pokok Harga Murah
Keberadaan mobil Pak Rahman akan mendukung upaya menghadirkan pasar murah yang lebih terjangkau di Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Pasar Pangan Murah dan Aman (Pak Rahman) yang digagas oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kini semakin inovatif dengan hadirnya mobil operasional baru.
Mobil Pak Rahman ini berkeliling menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, menyatakan bahwa Mobil Pak Rahman ini merupakan pengembangan dari Program Pak Rahman yang sudah berjalan. Sebelumnya, program Pak Rahman ini menyasar fasilitas publik, sekolah, kawasan industri, tempat ibadah, hingga kampung-kampung di ibu kota Jawa Tengah. Dengan kehadiran mobil operasional baru, program Pak Rahman akan semakin menjangkau masyarakat.
Baca juga: Ada Orang Tua Tolak Imunisasi Polio di Semarang, Mbak Ita Akan Lakukan Pendekatan Lebih Dalam
"Ternyata menarik, tidak perlu bawa meja. (Dagangan) dibawa langsung, bisa mobile, tidak perlu pakai tenda," ujar Ita.
Saat ini, Mobil Pak Rahman baru tersedia satu unit. Ita mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Semarang akan melakukan pengadaan satu unit lagi agar semakin memudahkan pelayanan. Pasalnya, permintaan masyarakat untuk menghadirkan pasar murah ke setiap kampung sangat tinggi.
"Ibu-ibu menyampaikan kalau bisa tiap hari ada, atau ada waktu-waktu rutin sehingga bisa membantu ibu rumah tangga. Bahkan, ada perusahaan meminta ada Pak Rahman pada pertengahan bulan," sebutnya.
Ita berharap, kehadiran mobil Pak Rahman dapat memperluas jangkauan pelayanan pasar murah. Sehingga, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Jika keberadaan Mobil Pak Rahman optimal, dia berencana mengajukan corporate social responsibility (CSR) untuk pengadaan mobil. Sehingga, tidak bergantung pada APBD.
"Kalau bagus ini bisa CSR. Tidak harus pakai APBD. Nanti, pada 2024 ini akan ada satu lagi," katanya.
Menurut Ita, program Pak Rahman memang menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar karena Pemerintah Kota Semarang bekerjasama langsung dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP).
"Ada kerjasama antar gapoktan sehingga bisa murah. Selisih sampai Rp 3.000 - Rp 4.000," sebutnya. (eyf)
| Tampang Susanto, Jukir Liar yang Minta Parkir Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang Ternyata Eks Satpam |
|
|---|
| Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang |
|
|---|
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu |
|
|---|
| Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Mobil-Pak-Rahman-menjual-kebutuhan-pokok.jpg)