Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Chef Arul Demonstrasikan Masak Menu Semur Printil Ayam Agar Anak-anak Mau Makam Sayur

Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) memberikan simulasi penyajian makanan sehat, bergizi, terjangkau di Kendal, Jawa Tengah (18/01

Penulis: hermawan Endra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Hermawan Endra
Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) memberikan simulasi penyajian makanan sehat, bergizi, terjangkau di Kendal, Jawa Tengah (18/01/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDALPerkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) memberikan simulasi penyajian makanan sehat, bergizi, terjangkau di Kendal, Jawa Tengah (18/01/2024).

Dalam simulasi makan sehat di Kendal, Chef Fahrur Rosidi dari DPP PPJI menyajikan variasi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran dan buah-buahan yang dapat dipadu padan untuk menyusun menu dalam satu pekan.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Chef Arul ini mendemonstrasikan menu semur printil ayam sebagai siasat agar anak-anak dan remaja mau makan sayur.

“Kita harus menghapus kesan bahwa makanan bergizi itu tidak lezat. Di acara ini kita tunjukkan itu bisa, dengan resep-resep yang inovatif menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapat,” ujar Fahrur.

Chef Arul melanjutkan, untuk menyiasati anak agar mau mengudap sayur, perlu sedikit kreativitas dengan memasukkan cincangan sayur ke dalam adonan protein.

“Karena rata-rata rasa sayuran hambar, maka penggunaan rempah dapat meningkatkan penerimaan lidah dan menjadikan lauk lebih terasa,” lanjut Fahrur.

Ketua Umum Aksi Sahabat Gibran (AksiBaGi) Dadi Krismatono menjelaskan selain memberi manfaat asupan gizi seimbang yang dibutuhkan anak dan remaja dalam masa pertumbuhan, program makan siang Prabowo-Gibran ternyata mampu memberi potensi penghematan biaya konsumsi rumah tangga hingga Rp200 triliun per tahun.

Ia menambahkan, dalam simulasi ini, AksiBaGi menggandeng pengusaha katering yang tergabung dalam Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), mulai dari tingkat pusat, provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Kendal.

Dadi memberi ilustrasi, jika selama ini orang tua atau rumah tangga harus menyediakan biaya makanan untuk tiga kali makan per orang, maka ada biaya satu kali makan peranak yang diserap negara melalui program makan siang gratis ini.

“Bersama chef dan pelaku usaha boga kami sudah menghitung bahwa dengan Rp15.000 sampai Rp18.000, kita sudah bisa menyediakan makanan bergizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan,” papar Dadi.

Jika satu kali makan membutuhkan Rp15.000, lanjut Dadi, maka dalam 25 hari sekolah akan ada penghematan sebesar Rp375.000 per bulan.

Angka yang nampak sepele akan jadi fantastis jika diakumulasikan secara nasional per tahun.

Dengan jumlah mulai dari SD hingga SMA dan SMK sebanyak 44,2 juta siswa, maka akumulasi penghematan dalam setahun mencapai Rp198,9 triliun.

“Bisa kita hitung cepat, dengan mempertimbangkan beberapa faktor lain, agregat penghematan biaya rumah tangga bisa mencapai Rp200 triliun.

Ini baru siswa sekolah formal, belum termasuk santri dan yang lainnya. Ini penggerak ekonomi baru,” jelas Dadi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved