Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kunjungan Kerja Jokowi di Masa Kampanye Terbuka Dinilai Sarat Kepentingan Politik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah (Jateng) menjelang hari pemungutan suara Pemilu 2024.

Tayang:
istimewa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penyerahan sertifikat tanah kepada warga di Alun-alun Kabupaten Wonosobo, Senin, 22 Januari 2024. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah (Jateng) menjelang hari pemungutan suara Pemilu 2024.

Jokowi pada bulan Januari ini tercatat telah mengunjungi sejumlah daerah di Jateng.

Awal Januari, Jokowi sempat mengunjungi Cilacap, Banyumas, Purworejo, dan Brebes.

Baca juga: Sudah Makan Siang? Jokowi Sapa Siswa di Magelang

Lalu, pada Senin (22/1/2024), Jokowi melakukan kunjungan ke Salatiga, Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

Kemudian, pada Selasa (23/1/2024), Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Grobogan, Blora, dan Kota Semarang.

Kunjungan kerja Jokowi tersebut menuai kritikan dari pengamat politik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Andreas Pandiangan.

Pasalnya, kunjungan kerja itu dilakukan di masa kampanye terbuka. 

"Sejak minggu kemarin kan kita memasuki kampanye terbuka, tampaknya seharusnya tidak dilakukan kunjungan itu ke daerah mana pun, bukan hanya Jateng," ungkap Andreas melalui sambungan telepon, Senin (22/1/2024).

Menurut dia, terlepas dari posisinya sebagai kepala negara yang berhak untuk menjumpai masyarakat, Jokowi mestinya mampu menahan diri. 

Hal ini mengingat putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai cawapres berpasangan dengan Prabowo Subianto.

"Di pilpres Pak Jokowi sadar atau tidak sadar, orang sudah tahu ada konflik kepentingan, dalam hal ini citranya Gibran.

Alangkah baiknya sebagai presiden tidak melakukan apa pun kunjungan ke daerah supaya bisa berjarak, harus berjarak," tegasnya.

Tak hanya itu, kunjungan Jokowi akan mengurangi partisipasi masyarakat dalam rangkaian kampanye yang sudah dijadwalkan KPU.

Pasalnya, masyarakat mungkin cenderung ingin bertemu dengan Presiden.

"Di samping sebetulnya kalau Pak Jokowi dateng akan terjadi, orang bertemu ingin melihat,
sementara kampanye terbuka dibagi menjadi zona-zona, Jateng hari ini partai apa, besok partai apa, dan seterusnya," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved