Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Alasan Karyawan Bergaji Rp 40 Juta Pilih Resign dan Jualan Sosis

Terungkap alasan karyawan bergaji Rp 40 juta yang pilih resign berjualan sosis.

Editor: rival al manaf
Ist
Ilustrasi gaji, rupiah, bantuan pemerintah, bantuan karyawan. 

TRIBUNJATENG.COM - Terungkap alasan karyawan bergaji Rp 40 juta yang pilih resign berjualan sosis.

Ia merupakan seorang karyawan real estate yang kemudian mantap memilih berhenti kerja.

Karyawan itu bernama Tang Ying asal China.

Baca juga: Siswa SMP Ditikam Kakak Kelas di Kantin Sekolah

Baca juga: Masalah Sepele, Bocah SMP Tusuk Adik Kelas di Kantin Pakai Gunting hingga Perut Bersimbah Darah

Baca juga: Polres Tegal Siapkan Pasukan Khusus untuk Amankan Kampanye Terbuka Pemilu 2024 

Melansir dari Kompas.com ( grup TribunJatim.com ), Tang Ying memutuskan resign setelah 4 tahun bekerja di sebuah perusahaan real estate di Beijing.

Tang Ying menjadi desainer toko di perusahaan tersebut.

Tang Ying merasa tidak bahagia selama menjalankan pekerjaannya itu karena terlalu banyak tekanan yang diberikan padanya.

Salah satu tekanan itu berasal dari banyaknya pesan dari sekitar 600 grup dalam aplikasi chat yang ia gunakan.

Tang Ying lalu memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan kembali pulang ke kampungnya.

Wanita berusia 33 tahun itu telah bekerja sebagai desainer toko di sebuah perusahaan real estate selama empat tahun dan memiliki lebih dari 600 grup chat kelompok kerja.

"Selama waktu kerja yang sibuk, dulu ada lebih dari 10 grup chat yang membicarakan pekerjaan secara bersamaan.
Sampai saya harus membawa komputer untuk makan hot pot," kata Tang Ying.

Menurut Tang, hal tersulit yang pernah dia temui adalah bertanggung jawab mendekorasi toko di 7-8 department store.

Setiap department store memiliki ratusan toko, dan kelompok dibentuk untuk setiap toko.

Kebisingan yang terus-menerus di aplikasi obrolan juga membuat Tang Ying merasa ketakutan. Di sisi lain, dia tidak berani mematikan teleponnya atau berhenti memeriksa grup.

Dia takut akan melewatkan hal penting jika tidak melakukan hal tersebut.

Bahkan risiko terburuknya jika dia sampai melewatkannya adalah dapat mempengaruhi pembukaan toko baru.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved