Nasib Transpuan Semarang Jelang Coblosan: Jadi Bahan Diskriminasi
Kelompok transpuan juga rawan memperoleh diskriminasi. Terutama untuk kepentingan kelompok kanditat supaya mampu mendulang suara
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Terpisah, Perempuan Pekerja Pembela HAM dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Nurul Safaatun mengatakan, para kelompok minoritas seperti transpuan, pekerja seks perempuan (PSP) dan kelompok minoritas lainnya banyak yang apatis terhadap pemilu 2024.
"Mereka ada hak pilih tapi kadangkala mereka menganggap memilih tak mengubah keadaan mereka," paparnya.
Ia menambahkan, nantinya siapapun yang terpilih bisa mengangkat hak asasi manusia sebagai isu prioritas.
"kemudian penanganan kekerasan terhadap kelompok minoritas juga harus prioritas," imbuhnya. (iwn)
| 3 Nama Lolos Hasil Akhir Seleksi Sekda Kota Semarang, 1 Dari Malang, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Kamis 23 April 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
| Pimpin Latihan, Kas Hartadi Minta Pemain PSIS Fokus Tatap Dua Laga Tersisa |
|
|---|
| Siswi SMP Dibakar Paman di Semarang Utara Dipindahkan ke RSWN |
|
|---|
| Truk Angkut Tripleks Terguling Setelah Gagal Menanjak di Tanjakan Silayur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ketua-Persatuan-Waria-Semarang-Pewaris-Silvi-Mutiari-13224.jpg)