Nasib Transpuan Semarang Jelang Coblosan: Jadi Bahan Diskriminasi
Kelompok transpuan juga rawan memperoleh diskriminasi. Terutama untuk kepentingan kelompok kanditat supaya mampu mendulang suara
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Terpisah, Perempuan Pekerja Pembela HAM dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Nurul Safaatun mengatakan, para kelompok minoritas seperti transpuan, pekerja seks perempuan (PSP) dan kelompok minoritas lainnya banyak yang apatis terhadap pemilu 2024.
"Mereka ada hak pilih tapi kadangkala mereka menganggap memilih tak mengubah keadaan mereka," paparnya.
Ia menambahkan, nantinya siapapun yang terpilih bisa mengangkat hak asasi manusia sebagai isu prioritas.
"kemudian penanganan kekerasan terhadap kelompok minoritas juga harus prioritas," imbuhnya. (iwn)
| Legenda PSIS Emmanuel De Porras Hadir di Semarang, Wali Kota Ingatkan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini |
|
|---|
| Link Live Streaming PSIS Semarang VS Kendal Tornado FC, Kick Off Pukul 19.00 WIB |
|
|---|
| Gaspol Benahi Transportasi, Wali Kota Agustina Lakukan Peremajaan 10 Armada Trans Semarang |
|
|---|
| 800 Atlet Nasional Padati kota Semarang, Sirnas Padel Open Seri II Pecahkan Rekor Nasional |
|
|---|
| Kronologi Lengkap Damkar Semarang Diprank untuk Tagih Utang Pinjol, Berujung Laporan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ketua-Persatuan-Waria-Semarang-Pewaris-Silvi-Mutiari-13224.jpg)