Kali Pertama Nyoblos, Abu Bakar Baasyir Ingatkan untuk Tak Ngawur Pilih Pemimpin
Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Abu Bakar Ba'asyir untuk kali pertama menggunakan hak pilihnya setelah keluar dari Lapas.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo, Abu Bakar Ba'asyir untuk kali pertama menggunakan hak pilihnya setelah keluar dari Lapas Gunung Sindur Jawa Barat pada Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024).
Ba'asyir terdaftar sebagai pemilih tetap di TPS 54 Desa Cemani, Sukoharjo. Dia berjalan kaki dari rumahnya menuju TPS yang tidak begitu jauh jaraknya.
Ba'asyir datang ke TPS 54 mengenakan kopiah putih dan gamis berwarna krem. Dua tiba di TPS sekira pukul sekira pukul 09.00 WIB bersama putra, istri, dan menantunya.
Setelah mendapatkan surat suara, Ba'asyir didahulukan untuk menuju bilik suara. Setelah selesai, Ba'asyir mencelupkan kelingkingnya ke tinta.
Usai menggunakan hak pilihnya, kepada awak media, Ba'asyir mengungkapkan, tidak boleh ngawur memilih pemimpin.
"Kalau ngawur memilihnya nanti dimarahi oleh Allah, harus hati-hati," ucapnya.
Menurutnya, kriteria pemimpin yang adil, yakni termasuk orang baik, seperti yang diajarkan dalam Islam.
Dia juga mengingatkan agar masyarakat memilih paslon yang dianggap mengerti Islam.
"Karena negara, manusia itu baru akan baik kalau dipimpin orang yang mengerti Islam. Kalau tidak, ngawur ngalor ngidul. Islam itu undang-undang yang dibuat oleh Yang Maha Kuasa. Baik mana undang-undang manusia dan Yang Maha kuasa?," tuturnya.
"Baru ini, belum pernah mencoblos, yang lalu saya masih di penjara. Baru kali ini, karena kalau dalam LP kan ndak bisa milih," tambahnya.
Ba'asyir pun berharap dengan pertama kali mencoblos, paslon dukungannya bisa menang.
"Kalau ngawur memimpin negara tujuannya untuk ngisi perut, kalau ini ngatur negara tujuannya untuk nanti di hadapan Allah dapat pahala. Nah ini harapan kita begitu maka kita memilih pemimpin yang mengerti Islam," tandasnya. (*)
| Cara Pencuri Bobol 26 Rumah Kosong di Solo Raya, Modal Kunci Modifikasi dan Linggis |
|
|---|
| Syok, Mobil Pegawai ATR/BPN Sukoharjo Dibobol Maling, Modus Pecah Kaca |
|
|---|
| Tangisan Bayi dalam Tas Gegerkan Warga Kalisongo, Ada Pesan Suruh Merawat |
|
|---|
| "Kasihani Adik" Isi Surat Wasiat Bayi Dibuang di Sukoharjo, Penemu Pasutri yang Belum Punya Anak |
|
|---|
| 19 Desa Terendam, 1.917 Warga Korban Banjir di Sukoharjo Mengungsi |
|
|---|