Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Panen Padi Ribuan Hektare di Kudus, Hasan Chabibie: Bisa Pertebal Stok Pangan

Sejumlah lahan pertanian padi di Kabupaten Kudus sudah panen masa tanam pertama

|
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sejumlah lahan pertanian padi di Kabupaten Kudus sudah panen masa tanam pertama.

Panen kali ini bisa menambah stok pangan di Kabupaten Kudus yang belum lama ini menipis hingga mengakibatkan harga beras melonjak sampai Rp 17 ribu per kilogram.

Panen raya padi di Kabupaten Kudus ini bisa dikatakan berhasil. Hampir seluruh lahan persawahan di Kudus sudah mulai dituai hasilnya sejak awal Februari 2024.

Secara berkala panen raya masa tanam pertama ini akan terus berlangsung sampai April 2024.

Penjabat Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie juga sempat meninjau proses panen padi di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Senin 26 Februari 2024.

Dalam tinjauannya tersebut Hasan merasa bersyukur karena apa yang ditanam petani di Kudus berhasil dipanen dengan hasil yang membanggakan.

Hasan mengatakan, panen raya padi di Kudus sudah mulai merata di setiap wilayah persawahan.

Panen padi musim tanam pertama ini sudah ada 9.116 hektare. 5.825 hektare di antaranya yaitu panen padi di lahan pertanian yang ada di Kecamatan Undaan.

“Ini menggembirakan bagi petani yang sudah menunggu lama sejak menanam sampai bisa panen kali ini,” kata Hasan.

Panen raya ini merupakan kabar baik bagi petani karena saat ini harga gabah masih terbilang tinggi.

Sementara bagi para konsumen ini merupakan kabar baik karena sebentar lagi stok beras di pasaran akan melimpah.

“Harapannya bisa mempertebal stok pangan di tengah isu stok beras berkurang,” tandas Hasan.

Untuk target produksi gabah dari lahan pertanian yang ada di Kudus pada 2024 ini tidak muluk-muluk. Hasan mengatakan, sepanjang 2023 produksi gabah di Kabupaten Kudus yaitu sebesar 136.089 ton dari hasil panen lahan seluas 23.308 hektare. Rata-rata hasil per hektare yaitu 6,6 ton. Untuk itu target produksi padi dari lahan pertanian di Kudus pada 2024 ini minimal sama dengan tahun 2023.

Kemudian untuk persoalan stabilitas harga jual gabah dari petani, Hasan memang belum bisa memberikan kepastian. Sebab di situ ada mekanisme pasar karena fluktuasi harga salah satunya ditentukan oleh kuantitas stok yang ada di pasaran.

“Kalau ini harga memang sedang bagus sangat membantu petani,” kata Hasan. (*)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved