Sekda Kabupaten Tegal Sebut Penularan TBC Terbanyak di Adiwerna dan Pangkah
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, merinci bahwa penularan Tuberkulosis (TBC) paling tinggi tercatat di Kecamatan Adiwerna dan Pangkah.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menyebut bahwa temuan penularan kasus Tuberkulosis (TBC) terbanyak di antara 18 Kecamatan di Kabupaten Tegal terjadi di wilayah Kecamatan Adiwerna dan Pangkah.
Namun, Amir belum dapat menyebutkan angka pasti karena memerlukan akses ke data terlebih dahulu. Ungkapan tersebut muncul dalam konferensi pers peluncuran Program Usaid Bebas Tuberkulosis (Usaid BTB) dan penyusunan Rencana Kerja Terpadu Penanggulangan TBC di Kabupaten Tegal, yang berlangsung di Gedung Syailendra Grand Dian Hotel Slawi pada Kamis (29/2/2024).
"Untuk saat ini, temuan penularan kasus TBC di Kabupaten Tegal terbanyak berada di wilayah Kecamatan Adiwerna dan Pangkah. Penyebabnya secara teknis adalah bakteri, dan penularannya melalui udara, fasilitas air, makanan, dengan faktor yang paling mempengaruhi adalah sanitasi atau kebersihan, yang secara otomatis sangat berpengaruh," ungkap Amir Makhmud kepada Tribunjateng.com.
Amir Makhmud juga menyampaikan capaian penemuan kasus TBC pada tahun 2023 di Kabupaten Tegal, mencapai 5.088 kasus atau 209 persen dari estimasi 2.430 kasus. Dari jumlah tersebut, 4.719 kasus atau 93 persen telah memulai pengobatan. Tingkat keberhasilan pengobatan (TSR) TBC SO berdasarkan kasus tahun 2022 mencapai 89 persen dari target 90 persen. Sementara itu, jumlah pasien yang putus berobat masih tinggi, yakni sebanyak 289 pasien.
Estimasi kasus TBC tahun 2024 di Kabupaten Tegal mencapai 6.222 kasus. Amir menekankan pentingnya sosialisasi yang komprehensif, tidak hanya terbatas pada pengobatan, tetapi juga melibatkan edukasi tentang gaya hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan penyakit menular.
Amir menjelaskan upaya pencegahan penularan TBC yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, seperti skrining, sosialisasi hidup sehat, dan kegiatan rutin lainnya. Meskipun demikian, ia menilai bahwa koordinasi antara unsur pentaheliks, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, perlu ditingkatkan. Amir berharap agar semua unsur pentaheliks dapat bersinergi dalam mengatasi kasus TBC dan masalah kesehatan lainnya di Kabupaten Tegal. (dta)
| Spot Foto Dapur Tempo Dulu di Pasar Slumpring Tegal, Nostalgia Masak Gunakan Tungku dan Kayu |
|
|---|
| Digitalisasi Bansos Dikebut, Camat Se-Kabupaten Tegal Diminta Kawal Data hingga Desa |
|
|---|
| Lestarikan Budaya Lokal, Dinas Perpusip Kabupaten Tegal Gelar Lomba Bertutur Siswa-Siswi SD/MI |
|
|---|
| Kabupaten Tegal Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos 2026 |
|
|---|
| Halal Bihalal di Kota Tegal Dihadiri Lintas Agama, Dedy Yon: Anugerah Yang Harus Dijaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sekretaris-Daerah-Kabupaten-Tegal-Amir-Makhmud-29224.jpg)