Kuliner
5 KM dari Simpang Lima, Hidden Gem Kuliner di Semarang, Mie Pangsit Gepeng Pak Totok, Ada Sejak 1970
Berbicara kuliner di Semarang seakan tidak ada habisnya. Tidak hanya berada di tengah kota, jauh dari pusat kota pun tak luput dari tempat kuliner.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbicara kuliner di Semarang seakan tidak ada habisnya. Tidak hanya berada di tengah kota, jauh dari pusat kota pun tak luput dari tempat kuliner yang menjadi buruan pecinta kuliner.
Satu di antara kuliner tersebut adalah mie pangsit gepeng Pak Totok, yang berada di jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari.
Akses lokasinya yang cukup membuat pecinta kuliner blusukan, membuat mie pangsit gepeng Pak Totok seakan menjadi kuliner hidden gem di kota lumpia.
Namun jika di lihat dari googlemap, jarak warung mie pangsit ini dari pusak Kota Simpang Lima hanya sekira 5 kilometer.
Tribun Jateng berkesempatan mampir ke warung mie pangsit gepeng Pak Totok. Warung milik Suyatno (65), nama asli Pak Totok itu terlihat sederhana.
Saking sederhananya, bahkan tak ada satu pun papan penanda yang menunjukkan warung tersebut menyediakan mie pangsit gepeng.
Namun bagi yang sudah tahu, mereka yang berkunjung langsung memesan kuliner tersebut. Pengunjung datang silih berganti untuk menikmati cita rasa mie pangsit gepeng tersebut, baik untuk dibawa pulang maupun makan di tempat.
"Memang warung mie pangsit gepeng ini kami buat sederhana saja, tidak buat ramai-ramai," kata Totok, ditemui baru-baru ini.
Mengenai warung mie pangsit gepeng ini, Totok menjelaskan dirinya merupakan generasi kedua. Ia meneruskan usaha ayahnya yang sudah berjualan sejak tahun 1970.
Awalnya, ayah Totok berjualan keliling. Lalu pada tahun 1980 mulai buka warung di lokasi tersebut.
"Dulu Bapak jual mie pangsit gepeng harga Rp 300. Lalu harganya naik seiring berjalannya waktu, sekarang sudah Rp 7.000 per porsi," jelasnya.
Harga yang masih cukup terjangkau di masa sekarang. Menurut Totok, harga Rp 7.000 per porsi tersebut berlaku untuk masing-masing dari dua varian mie pangsit yang dijualnya, yaitu mie gepeng pangsit dan mie ayam pangsit.
Mie gepeng pangsit dan mie ayam pangsit memiliki ciri khas masing-masing meski mie gepeng yang digunakan sama.
Totok menyebutkan, perbedaan keduanya berada pada bumbu dan penyajian ayam.
Mie gepeng pangsit, penyajian ayam dilakukan dengan cara disuwir-suwir. Sedangkan mie ayam pangsit, ditambahkan dengan ayam yang telah dibumbui untuk mie ayam.
| Rekomendasi Kedai Kopi di Pasar Johar Semarang, Kofi Djohar Sajikan Kopi Gaya Hainan |
|
|---|
| Seporsi Lontong Cap Go Meh Simbol Keberkahan di Pecinan Tegal, Tak Pernah Sepi |
|
|---|
| Sate Kambing Asal Semarang Dinobatkan Jadi Makanan Terenak Nomer 4 di Dunia |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata Kuliner di Semarang, Kepiting Alaska Layak Dicoba |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner di Semarang, Porsi Besar Harga Murah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Suyatno-65-sedang-meracik-mie-gepeng-pangsit-dan-mie-ayam.jpg)