Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kuliner

5 KM dari Simpang Lima, Hidden Gem Kuliner di Semarang, Mie Pangsit Gepeng Pak Totok, Ada Sejak 1970

Berbicara kuliner di Semarang seakan tidak ada habisnya. Tidak hanya berada di tengah kota, jauh dari pusat kota pun tak luput dari tempat kuliner.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Suyatno (65) sedang meracik mie gepeng pangsit dan mie ayam pangsit untuk pembeli, Kamis (29/2/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbicara kuliner di Semarang seakan tidak ada habisnya. Tidak hanya berada di tengah kota, jauh dari pusat kota pun tak luput dari tempat kuliner yang menjadi buruan pecinta kuliner.


Satu di antara kuliner tersebut adalah mie pangsit gepeng Pak Totok, yang berada di jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari.


Akses lokasinya yang cukup membuat pecinta kuliner blusukan, membuat mie pangsit gepeng Pak Totok seakan menjadi kuliner hidden gem di kota lumpia.

Namun jika di lihat dari googlemap, jarak warung mie pangsit ini dari pusak Kota Simpang Lima hanya sekira 5 kilometer.

Pengunjung menikmati mie pangsit gepeng Pak Totok, di jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari, Kamis (29/2/2024).
Pengunjung menikmati mie pangsit gepeng Pak Totok, di jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari, Kamis (29/2/2024). (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)


Tribun Jateng berkesempatan mampir ke warung mie pangsit gepeng Pak Totok. Warung milik Suyatno (65), nama asli Pak Totok itu terlihat sederhana.


Saking sederhananya, bahkan tak ada satu pun papan penanda yang menunjukkan warung tersebut menyediakan mie pangsit gepeng.


Namun bagi yang sudah tahu, mereka yang berkunjung langsung memesan kuliner tersebut. Pengunjung datang silih berganti untuk menikmati cita rasa mie pangsit gepeng tersebut, baik untuk dibawa pulang maupun makan di tempat.


"Memang warung mie pangsit gepeng ini kami buat sederhana saja, tidak buat ramai-ramai," kata Totok, ditemui baru-baru ini.


Mengenai warung mie pangsit gepeng ini, Totok menjelaskan dirinya merupakan generasi kedua. Ia meneruskan usaha ayahnya yang sudah berjualan sejak tahun 1970.


Awalnya, ayah Totok berjualan keliling. Lalu pada tahun 1980 mulai buka warung di lokasi tersebut.


"Dulu Bapak jual mie pangsit gepeng harga Rp 300. Lalu harganya naik seiring berjalannya waktu, sekarang sudah Rp 7.000 per porsi," jelasnya.


Harga yang masih cukup terjangkau di masa sekarang. Menurut Totok, harga Rp 7.000 per porsi tersebut berlaku untuk masing-masing dari dua varian mie pangsit yang dijualnya, yaitu mie gepeng pangsit dan mie ayam pangsit.


Mie gepeng pangsit dan mie ayam pangsit memiliki ciri khas masing-masing meski mie gepeng yang digunakan sama.


Totok menyebutkan, perbedaan keduanya berada pada bumbu dan penyajian ayam.


Mie gepeng pangsit, penyajian ayam dilakukan dengan cara disuwir-suwir. Sedangkan mie ayam pangsit, ditambahkan dengan ayam yang telah dibumbui untuk mie ayam. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved