Wonosobo Hebat

Puncak HPN 2024 di Wonosobo Ditutup dengan Pertunjukan Tari Kuda Kepang dan Topeng Lengger

TRIBUN JATENG/IMAH MASITOH
Kemeriahan pertunjukan kesenian tradisional tari kuda kepang dan tari topeng lengger menjadi penutup acara puncak peringatan HPN 2024 yang berlangsung di Pendopo Gerbang Mandala Wisata Wonosobo, Minggu (3/3/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pagelaran budaya kuda kepang dan tari topeng lengger menutup semua rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Kabupaten Wonosobo. 

Berlangsung di Pendopo Gerbang Mandala Wisata Wonosobo, Minggu (3/3/2024), animo masyarakat terlihat antusias meramaikan gelar potensi tembakau, durian, teh, dan kopi lokal Wonosobo yang digelar dua hari berturut-turut.

Ketua Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW), Muharno Zarka menyampaikan, peringatan HPN tahun ini dihelat dengan konsep yang beda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Dimana tahun ini, di dalam menyuguhkan acara dibalut dengan banyak menampilkan suara ciri khas daerah Wonosobo. 

Baca juga: Pemkab Wonosobo Terapkan Transaksi Non Tunai, Genjot Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa 

Baca juga: Alhamdulillah Tidak Ada Korban Jiwa, Tebing 10 Meter Longsor di Wonosobo, Lalulintas Macet 3 Jam

Selain potensi pertanian yang ada, pertunjukan kesenian tradisional tari kuda kepang dan tari topeng lengger, juga coba dihadirkan.

Selain sebagai hiburan, acara ini guna merekatkan hubungan antara Jurnalis dengan masyarakat, dan komunitas di Wonosobo melalui hiburan rakyat.

"Konsep acara kami buat dengan tema gelar potensi lokal."

"Potensi Wonosobo banyak sekali, termasuk kesenian dan kebudayaan lengger yang kami adakan ini," ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (3/3/2024).

Muharno berharap, melalui pagelaran kesenian tersebut sekiranya menjadi bagian dari upaya Jurnalis untuk terlibat dalam pelestarian budaya asli Wonosobo.

Penampilan grup kesenian dan kebudayaan dari sanggar Sayang Sari Budoyo, Desa Sayangan Sudungdewo, Kecamatan Kertek mampu menarik animo masyarakat meskipun diguyur hujan lebat.

Seorang penonton, Rommi sengaja datang untuk melihat tari lengger yang hingga saat ini masih digemari masyarakat Wonosobo.

"Berhubung saya suka lengger, dan ini hari libur, Minggu ada pertunjukan, jadi nonton."

"Sekalian ada bazar lihat-lihat juga," ungkapnya. (*)

Baca juga: Remaja Pati Alami Gangguan Kejiwaan Seusai Tugas KPPS: Sering Seketika Marah Tanpa Sebab

Baca juga: Sudah Diperingatkan Tapi Tak Digubris, 4 Truk Terjebak Saat Banjir Lahar Gunung Semeru

Baca juga: Shin Tae-yong Terbang ke Belgia, Temui Sandy Walsh dan Marcelino Ferdinan, Ada Misi Apakah?

Baca juga: Konser Tunggal Satu Dekade Isyana Sarasvati, Ini Bocorannya