Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banjir Lahar Gunung Semeru

Sudah Diperingatkan Tapi Tak Digubris, 4 Truk Terjebak Saat Banjir Lahar Gunung Semeru

Empat truk pasir milik penambang terjebak di tengah Sungai Leprak, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI KOMPAS.COM
POTRET empat truk pasir terjebak di Sungai Leprak saat terjadi banjir lahar Gunung Semeru, Minggu (3/3/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, LUMAJANG - Setidaknya ada empat truk terjebak di Sungai Leprak saat terjadi banjir lahar Gunung Semeru.

Bahkan, satu dari empat truk pengangkut pasir tersebut terguling akibat derasnya banjir.

Adapun untuk evakuasi truk, warga bersama tim BPBD Kabupaten Lumajang akan melakukannya setelah banjir reda atau pada Senin (4/3/2024).

Baca juga: AWAS Lontaran Batu dari Kawah Gunung Semeru, Sehari Dua Kali Erupsi

Baca juga: Sejak Minggu Malam, Gunung Semeru Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali menerjang aliran sungai yang ada di lereng gunung tersebut pada Minggu (3/3/2024).

Akibatnya, empat truk pasir milik penambang terjebak di tengah Sungai Leprak, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Banjir mulai terekam seismograf milik Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru dengan kekuatan 10 milimeter pada pukul 13.42.

Kekuatan banjir terus meningkat seiring hujan lebat yang mengguyur kawasan puncak gunung.

Puncaknya pukul 15.02, kekuatan getaran banjir mengalami over skala pada kekuatan 35 milimeter.

Erik, warga Dusun Kamar, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro mengatakan, sesaat sebelum banjir sampai di Sungai Leprak, para penambang telah diperingatkan.

Namun, para penambang tetap melanjutkan mengisi pasir ke angkutannya.

Baca juga: Kecelakaan Maut Ibu Hamil Tewas Tertimpa Muatan Truk di Lumajang, Suami Kritis

Baca juga: Kecelakaan Truk Batu Bara Terguling di Lumajang, Sopir Tewas Terjepit

"Sudah diteriaki tapi tetap dilanjut ngisi pasir, mungkin kurang sedikit lagi penuh," kata Erik seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (3/3/2024).

Akibatnya, saat aliran banjir bercampur material vulkanik Gunung Semeru sampai di tempat para penambang mengisi pasir, mereka tidak sempat untuk menaikkan truknya ke pinggir sungai.

Saking derasnya banjir yang menerjang, kata Erik, satu truk terguling di tengah sungai.

"Sopirnya selamat semua, tapi truknya masih terjebak."

"Mungkin dievakuasi setelah banjir reda," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved