Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

5 link Download Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2024 Seluruh Provinsi dan Kota di Indonesia

Inilah 5 link jadwal imsakiyah dan buka puasa Ramadhan 2024 seluruh provinsi di Indonesia. Ramadhan 2024 diprediksi antara Muhammadiyah dan NU tidak

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
istimewa
5 link Download Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 2024 seluruh provinsi di Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM- Inilah 5 link jadwal imsakiyah dan buka puasa Ramadhan 2024 seluruh provinsi di Indonesia.

Ramadhan 2024 diprediksi antara Muhammadiyah dan NU tidak serentak memulai puasa dan sholat tarawih.

PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

Sedangkan pemerintah baru akan menetapkan 1 Ramadhan sesuai dengan hasil sidang isbat yang akan digelar pada Minggu, 10 Maret 2024.

Adapun Ramadhan untuk Nahdlatul Ulama (NU) biasanya akan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah.

Perlu diketahui penentuan awal Ramadan, di Indonesia untuk menentukan 1 Ramadhan atau 1 Syawal selalu menggunakan metode rukyat hilal dan hisab.

Kedua cara ini sudha tertuang pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 dan UU Nomor 3 Pasal 25 A.

Meski sama-sama berpatokan pada sains atau ilmu terapan yang berbasis astronomi, kedua metode memiliki perbedaan dalam menentukan hilal.

Rukyatul hilal secara harfiah artinya melihat bulan secara langsung melalui alat bantu seperti teropong.

Aktivitas pengamatan ini berfokus pada visibilitas hilal atau bulan sabit muda saat matahari terbenam sebagai tanda pergantian bulan pada kalender Hijriah.

Namun, bila cuaca terhalang gumpalan awan atau mendung, tak jarang rukyatul hilal menemui kesulitan untuk melihat bulan sabit muda. Jika hal itu terjadi, maka hilal dianggap tak terlihat sehingga penentuan awal puasa Ramadhan digenapkan pada lusa berikutnya.

Khusus pemantauan hilal Indonesia dilakukan pada 86 titik yang tersebar di 34 provinsi.

Petugas yang melakukan rukyatul hilal di antaranya ahli astronom, pimpinan pondok pesantren, ahli klimatologi hingga masyarakat umum yang ingin terlibat langsung.

Dalam tradisi tiap tahun, pemantauan hilal akan dikoordinir oleh Kemenag yang bekerja sama dengan ormas serta para pakar dari BMKG, Lapan, dan pondok pesantren, untuk melakukan perhitungan soal ketinggian hilal agar tidak terjadi 'salah lihat'.

Sebab terdapat aturan baku sebagai syarat terlihatnya hilal. Yaitu jika tinggi hilal berada di bawah 2 atau 4 derajat, maka kemungkinan obyek yang dilihat bukan hilal, melainkan bintang, lampu kapal, atau obyek lainnya yang kebetulan terlihat kasat mata di angkasa.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved