Penetapan Awal Puasa Ramadhan 2024: Kemenag Pekalongan Ungkap Metode Hisab dan Rukyah
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, mengungkapkan bahwa penetapan awal puasa Ramadhan 2024
Penulis: Aisya Aulia Latifah | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Penetapan awal bulan suci Ramadhan biasanya diawali dengan sidang isbat atau di Indonesia sendiri dilakukan rukyatul hilal di beberapa titik oleh Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Rukyatul hilal sudah dapat dilakukan pada tanggal 29 Syakban, yakni pada hari Ahad (10/3/2024) mendatang. Puasa Ramadhan dimulai setelah menyempurnakan bulan Syakban selama 30 hari. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky kepada Tribunjateng.com pada Jumat (8/4/2024).
"Ada dua metode yang digunakan, yaitu hisab dan rukyah. Muhammadiyah menggunakan metode hisab, menghitung sore hari pada tanggal 29 Syakban. Jika hilal di atas nol derajat, dapat dipastikan bahwa puasa dimulai pada hari Senin," jelasnya.
Sementara itu, untuk Tim Rukyatul Hilal, mereka akan menunggu kesepakatan pada sidang isbat nanti. Diisyaratkan bahwa hilal akan terlihat jika berada di atas tiga derajat. Oleh karena itu, kemungkinan puasa dimulai pada hari Selasa.
"Perbedaan waktu awal puasa di Indonesia dianggap wajar. Kemenag mengimbau agar tidak mempersoalkan perbedaan awal Ramadhan dan tetap menjaga ukhuwah islamiyah," tuturnya.
Menurut Kasiman, kondusivitas di daerah tetap terjaga selama ini. Ia berharap agar Kota Pekalongan juga tetap kondusif meskipun terdapat ragam perbedaan yang ada. (Peh)
| Terbongkar! Dugaan Tindak Asusila di Ponpes Pekalongan, Enam Korban Sudah Melapor |
|
|---|
| Santriwati di Pekalongan Hamil Tanpa Hubungan Intim, Keluarga Kaitkan dengan Mimpi Sebelum Peristiwa |
|
|---|
| Keputusan Sulit Slamet, Rela Lepas Cucu "Ajaib" ke Banjarnegara demi Ketenangan Batin Anak |
|
|---|
| UPDATE Kasus Korupsi Fadia Arafiq di Pekalongan, KPK Bidik Keterlibatan Keluarga |
|
|---|
| Curhat Santriwati yang Hamil Tanpa Hubungan Badan di Pekalongan, Perut Membesar Hanya Saat Magrib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kasiman-Mahmud-Desky.jpg)