Puisi
Puisi Sonet 4 Sapardi Djoko Damono
Puisi Sonet 4 Sapardi Djoko Damono: Sonet 4 “Hidup terasa benar-benar tak mau redup
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
Puisi Sonet 4 Sapardi Djoko Damono
TRIBUNJATENG.COM - Puisi Sonet 4 Sapardi Djoko Damono:
Sonet 4
“Hidup terasa benar-benar tak mau redup
ketika sudah kaudengar pesan:
suatu hari semua bunyi rapat tertutup”.
Penyanyi itu tuli. Suaranya terdengar perlahan.
Tapi bukankah masih ada langit
yang tak pernah tertutup pelupuknya,
yang menerima segala yang terbersit
bahkan dari mulut si tuli dan si buta?
Penyanyi itu buta? Kau tampak gemetar;
kita pun diam-diam mendengarkannya,
“Cinta terasa baru benar-benar membakar
ketika pesa kaudengar: padamkan nyalanya!”
Kita pun menyanyi selepas-lepasnya,
sepasang kekasih yang tuli dan buta.
(*)
Tags
puisi sonet 4 sapardi djoko damono
sonet 4 sapardi djoko damono
Sapardi Djoko Damono
tribunjateng.com
Berita Terkait:#Puisi
| 10 Puisi Kemerdekaan Karya Penyair Indonesia, Cocok untuk 17 Agustus dan Perayaan HUT Ke-80 RI |
|
|---|
| Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni |
|
|---|
| Puisi Sapardi Djoko Damono: Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari |
|
|---|
| 5 Puisi Hari Ibu 22 Desember 2024, Karya Joko Pinurbo, Wiji Thukul hingga Sapardi Djoko Damono |
|
|---|
| Puisi Adegan Film: Burung Gereja Karya Bernard Batubara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sapardi-djoko-damono-penyair-indonesia-angkatan-1970-an.jpg)