Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Penyebab Semarang Hujan Deras Seharian, Peneliti BRIN: Badai dan Waspada Banjir Bandang

Kota Semarang dari pagi buta hingga malam ini digoyang angin kencang disertai hujan deras, Rabu (13/3/2024).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andra Prabasari | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG
Ini Penyebab Semarang Hujan Deras Seharian, Peneliti BRIN: Badai dan Waspada Banjir Bandang 

Ini Penyebab Semarang Hujan Deras Seharian, Peneliti BRIN: Badai dan Waspada Banjir Bandang

TRIBUNJATENG.COM - Kota Semarang dari pagi buta hingga malam ini digoyang angin kencang disertai hujan deras, Rabu (13/3/2024).

Peneliti BRIN, Erma Yulihastin mengungkapkan hujan deras di Semarang penyebabnya adalah efek pergerakan bibit silkon 18S dari barat e timur.

Hal ini yang menyebabkan hujan deras persistensi di Jawa khususnya daerah Demak, Kudus, Pati, Semarang dan sekitarnya.

"Efek pergerakan bibit siklon 18S dari barat ke timur (selatan Jatim) menyebabkan hujan deras persisten di Jawa (Demak, Kudus, Pati, Semarang), Madura, dan Kupang" tulis Erma dalam cuitan di akun X.

Selain itu, Erma mengungkapkan cuaca di Semarang diakibatkan adanya hujan persisten, yang artinya hujan cukup lama (awet) terjadi, hal ini dipicu oleh squall line efek dari vorteks.

Erma juga menghimbau untuk wilayah Semarang dan Kupang tetap waspada.

"Saya cek sudah lebih dari 12 jam konsentrasi hujan badainya memang ada di Semarang. Efek squall line besar yg memanjang dari laut menuju pesisir," tulisnya.

Hujan Semarang Tranding X

Semarang menjadi pemuncak trending di media sosial X, Rabu (13/3/2024).

Hal ini lantaran hujan deras dan angin kencang terjadi di Semarang nyaris seharian.

Hujan cukup awet mulai sore hari hingga malam ini.

Adanya peristiwa tersebut, 45 pohon tumbang di 13 Kecamatan di Kota Semarang (data Relawan Semarang sampai pukul 19.15 WIB).

Puluhan pohon tumbang tersebut merusak berbagai fasilitas umum (fasum), rumah, tiang listrik, masjid hingga dua mobil hancur tertimpa pohon.

Dari dua mobil itu, satu mobil milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved