Berita Jateng
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov Jateng Berencana Lakukan Rekayasa Cuaca
Pemprov Jateng akan mengupayakan rekayasa cuaca guna mengantisipasi cuaca ekstrem.
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng akan mengupayakan rekayasa cuaca guna mengantisipasi cuaca ekstrem.
"Satu minggu ke depan cuaca ekstrem masih perlu kita antisipasi. Insyaallah ada upaya seperti rekayasa cuaca yang dilakukan oleh BNPB dan BMKG," kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana saat mengecek lokasi banjir dan sejumlah rumah pompa di Kota Semarang, Jumat (15/3/2024).
Nana menjelaskan, koordinasi dengan BNPB dan BMKG masih dilakukan.
Baca juga: WASPADA, Cuaca Ekstrem Diprediksi Berlangsung Hingga 18 Maret, Potensi Terjadi di Jateng - DIY
Rencananya akan ada rapat bersama antara Pemprov Jateng, BNPB dan BMKG terkait penanganan dan antisipasi bencana akibat cuaca ekstrem di Jateng.
"Rencananya, hari ini BNPB datang dan akan melakukan rapat juga dengan BMKG terkait kebutuhan yang diperlukan daerah dan juga upaya rekayasa cuaca, sehingga intensitas curah hujan bisa dialihkan," paparnya.
Adapun beberapa daerah di Jateng yang menjadi perhatian Pemprov adalah wilayah Pantura, seperti Kota Semarang, Kabupaten Demak, Grobogan, Kendal, Pekalongan, mengingat bencana banjir sudah terjadi di daerah tersebut.
Selain itu, lokasi rawan longsor yang perlu diperhatikan seperti Banjarnegara, Wonosobo dan Pemalang.
Terkait kondisi banjir di Kota Semarang, secara umum sudah banyak lokasi yang surut.
Termasuk beberapa lokasi yang dikunjungi Nana Sudjana seperti Stasiun Semarang Tawang, sekitar Banjir Kanal Timur, dan sekitar Banjir Kanal Barat (Madukoro).
"Kemarin sempat viral Semarang seperti lautan. Sekarang sudah surut, tadi pengungsi juga sudah ada yang kembali ke rumah. Aktivitas di Stasiun Tawang juga sudah normal dan sudah beroperasi,” ujarnya.
Nana menjelaskan, di Kota Semarang terdapat 38 pompa air.
Terdiri atas 10 pompa milik BBWS, 17 pompa milik Pemkot Semarang dan 1 pompa air milik Pemprov Jateng.
Seluruh pompa tersebut berfungsi normal saat curah hujan intensitas tinggi mengguyur Kota Semarang.
Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem, Warga Pati Diminta Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor
"Seluruh pompa normal. Hanya saja karena curah hujan yang tinggi ditambah banjir rob, sehingga memerlukan waktu. Pompa tetap berjalan, tapi butuh waktu dan baru tadi pagi Semarang bisa surut," jelasnya.
Nana menjelaskan, bencana banjir di Kota Semarang terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari.
"Kemudian juga ada pengaruh rob dan pengaruh dari penurunan muka tanah," imbuhnya. (*)
| Selama Tahun 2025 18.101 Orang di Jawa Tengah Dipecat dari Pekerjaan |
|
|---|
| Sosok Bambang Agus, Sang Veteran Operasi Ganyang Malaysia Terima Kado Natal Renovasi Rumah Rp20 Juta |
|
|---|
| Bukan Lagi Kandang Banteng? Kaesang Targetkan Jawa Tengah Berubah Jadi "Kandang Gajah" di 2029 |
|
|---|
| 18.101 Pekerja Jawa Tengah Kena PHK Sepanjang 2025, Grup Sritex Sumbang Angka Terbanyak |
|
|---|
| Gelombang Hingga 2,5 Meter Ancam Perairan Pantura Jateng, Nelayan Diminta Waspada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-Jateng-Nana-Sudjana-bersama-Walikota-Semarang.jpg)