Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video 3 Bocah Mengalami Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Mercon Racikan di Wonogiri

Sedikitnya tiga bocah di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo harus mendapatkan perawatan serius karena luka bakar di RSUD Dr Moewardi Solo.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Tim Video Editor

Berikut ini video 3 bocah mengalami luka bakar serius akibat ledakan mercon racikan di Wonogiri.

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Sedikitnya tiga bocah di Desa Bulusari, Kecamatan Slogohimo harus mendapatkan perawatan serius karena luka bakar di RSUD Dr Moewardi Solo.

Ketiganya yaitu: AAR (13), DAS (14), dan GCM (15).

Mereka mengalami luka bakar saat meracik bahan untuk membuat petasan di lantai 2 sebuah rumah salah satu bocah dimaksud pada Minggu (17/3/2024) siang.

Kapolres Wonogiri, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada mengungkapkan, bahan yang diracik itu meledak sehingga mengeluarkan api dan mengenai badan.

"Telah terjadi ledakan pada pukul 13.30 WIB. Penyebabnya adalah remaja berumur sekitar sekitar 14 tahun, bersama temannya berjumlah 3 orang melakukan peracikan bahan petasan," ucap AKBP Indra, Senin (18/3/2024).

Kemudian, lanjut dia, sebelum dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo, pihak keluarga membawa ketiganya ke rumah sakit terdekat.

"Namun, pada saat dibawa ke rumah sakit, pihak keluarga tidak melaporkan kepada pihak kepolisian, sehingga baru diinformasikan kepada salah satu staf di kecamatan kepada anggota polsek, pada pukul 18.15 WIB," jelasnya.

Baru saat itu, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Sukoharjo mendapatkan informasi adanya ledakan di lokasi dimaksud.

"Pada saat itu, saya dapat laporan juga untuk mendatangi lokasi tersebut dan memang betul setelah kita melakukan olah TKP bekerjasama dengan Jibom dari Detasemen C Brimob Surakarta," tuturnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, kapolres mengimbau pelaku usaha di media sosial khususnya yang ada kaitannya dengan bahan pembuatan petasan agar tidak diperjualbelikan secara umum.

"Karena memang berdasarkan kejadian yang sudah-sudah, rata-rata para korban/pelaku membeli bahannya secara online," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved