Berita Semarang
Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng
Kota Semarang menjadi kota dengan inflasi terendah dari seluruh kabupaten/kota pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang menjadi kota dengan inflasi terendah dari seluruh kabupaten/kota pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah.
Meski inflasi mengalami peningkatan, namun Kota Semarang masih menjadi kota dengan inflasi terendah dibanding 9 kabupaten/kota IHK di Jateng.
Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menyampaikan, rilis dari BPS Jawa Tengah, Kota Semarang meski inflasinya mengalami peningkatan namun masih terendah dibanding kabupaten kota yang lain. Meski demikian, Kota Semarang tetap melakukan upaya-upaya.
"Termasuk di dalamnya adalah memperbanyak pasar murah yang kita lakukan selama ini. Baik yang kita lakukan dengan Bank Indonesia, maupun yang dilakukan swadaya teman-teman di kecamatan, maupun oleh Pemerintah Kota Semarang sendiri dengan Pak Rahman (Pasar Rakyat Murah dan Aman-red)," jelasnya, Rabu (3/4/2024).
Tak hanya itu, melalui tim Satgas Pangan, Pemkot Semarang juga melakukan upaya-upaya agar distribusi barang bisa berjalan dengan baik.
"Kami terus lakukan upaya menjaga kondusifitas inflasi agar bisa tetap terkendali di Kota Semarang," katanya.
Terkait stok pangan, Hernowo menyebut, persediaan bahan pangan Kota Semarang masih aman hingga tiga bulan ke depan.
"Untuk beras, gula sebagaimana bahan pokok lain aman untuk tiga bulan ke depan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, Fachruddin Tri Ubajani mengatakan, pada Maret 2024 inflasi year on year Kota Semarang sebesar 2,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,44.
"Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Semarang berada di 2,89 persen, angka ini terendah di Jawa Tengah," kata Fachruddin.
Komoditas yang menyumbang inflasi pada Maret 2024 di Kota Semarang ini di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, nasi dengan lauk, bayam, serta emas perhiasan.
"Kenaikan harga daging ayam ras menyumbang inflasi 0,14 persen, diikuti nasi dengan lauk 0,1 persen, telur ayam ras 0,08 persen, bayam 0,05 persen dan emas perhiasan 0,04 persen," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga daging ayam ras dan telur ini juga terjadi di 9 kabupaten dan kota pemantauan Indeks Harga Konsumen di Jawa Tengah.
Hal ini terjadi karena permintaan konsumen dan harga pakan ternak yang masih tinggi. Sementara harga beras, dinilai telah stabil di Kota Semarang. Hal ini tampak dari hilangnya poin beras sebagai komoditas penyumbang inflasi di Semarang.
"Secara Year on Year, inflasi terjadi karena terjadinya kenaikan harga sembilan indeks kelompok pengeluaran. Paling tinggi yakni terpengaruh dari naiknya harga makanan, minuman dan tembakau, yang berpengaruh hingga 8,47 persen terhadap inflasi," ujarnya.
| BREAKING NEWS Pria Meninggal Setelah Menepikan Motornya di Jalan Sriwijaya Semarang |
|
|---|
| Siaga Hadapi Kemarau Panjang 2026, Pemprov Jateng Alokasikan Ketersediaan Air Bersih 123 Juta Liter |
|
|---|
| Potret Toleransi Perayaan Paskah 2026 di Semarang, Wanita Berhijab Pun Ikut Menyaksikan |
|
|---|
| Dari Nasi Rp5 Ribu ke Tanah Suci, Kisah Supriatun Pedagang di Pasar Mangkang Naik Haji |
|
|---|
| Pengumuman Tiga Besar Calon Sekda Kota Semarang Ditunda, Dewan: Harus Disertai Penjelasan Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Gerakan-Pangan-Murah-di-Balai-Kota-Semarang-1-April-2024.jpg)