Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Persiapan Lebaran, Warga Kota Pekalongan Antusias Serbu Pasar Murah Ramadan

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekalongan mengadakan pasar murah ramadan, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Tayang:
Aisyah Aulia
Wali Kota Pekalongan sedang meninjau berbagai stand yang ada di pasar murah ramadan 2024 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekalongan mengadakan pasar murah ramadan, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menjelang lebaran.


Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari tersebut, disambut baik oleh para ibu-ibu warga Kota Pekalongan dan sekitarnya yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dan aneka fashion, serta kue lebaran dengan harga murah, di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Jumat (5/4/2024).


Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengungkapkan di Tahun 2024 ini, dalam rangka menyambut Hari besar keagamaan khususnya Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah, Disperindag Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan pasar murah Ramadhan yang bertujuan untuk menyediakan kepokmas terutama menjelang lebaran. 


"Berkaca di kejadian pada Tahun 2024 ada kejadian El-Nino, musibah-musibah lainnya yang akan mengurangi daya beli masyarakat. Tentu saja menjadi perhatian bersama, bahwa kehadiran pemerintah diperlukan untuk mengurangi beban masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat, salah satunya dengan gelaran Pasar Murah ini," ungkap Ratna.


Ratna menyebutkan, ada sekitar 20 tenant yang berpartisipasi dalam gelaran Pasar Murah Ramadan kali ini, diantaranya tenant Perum Bulog, Transmart, Alfamart, tenant Dinperpa, DKP, TP-PKK, Bhayangkari, Persit Candra Kirana, dan sejumlah UMKM yang ada di Kota Pekalongan.


Pihaknya menilai, antusiasme masyarakat yang datang ke pasar murah ini sangat tinggi. Terbukti, sejak pagi pukul 07.00 WIB, beberapa warga sudah rela mengantre untuk berbelanja aneka kebutuhan pokok.


"Yang paling diburu tadi salah satunya komoditi beras yang menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat dan kontributor utama penyumbang inflasi. Sehingga, pemerintah berupaya agar harga beras tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Disini kami tidak menyediakan subsidi, tetapi menyediakan barang sesuai HAP/HET, seperti beras SPHP kemasan 5 kg dijual Rp52 ribu. Ini salah satu kepedulian dari stakeholder dalam menyediakan kepokmas dengan harga terjangkau kepada masyarakat khususnya dalam rangka menyambut lebaran 2024," terangnya.


Sementara, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menyampaikan terimakasih kepada Disperindag Provinsi Jawa Tengah yang telah menginisiasi kegiatan pasar murah ramadan ini untuk mengendalikan inflasi yang biasa terjadi menjelang lebaran. 


"Walaupun sudah menjadi wajar akan kenaikan harga sembako menjelang lebaran, tetapi hal ini jangan dibiarkan dan tetap harus mencari formula supaya masyarakat tidak semakin terbebani dengan kenaikan ini, salah satunya dengan mengadakan pasar murah," tutur Mas Aaf, sapaan akrabnya.


Mas Aaf mengaku, untuk Pemerintah Kota Pekalongan sendiri sebelumnya sudah beberapa kali mengadakan pasar murah selama ramadan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. 


"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencari formula antisipasi kenaikan harga kepokmas yang sangat signifikan. Hal terpenting lain adalah menjamin ketersediaan stok bahan pangan ini agar tetap ada di pasaran. Kalaupun ada kenaikan harga hanya sedikit dan tidak ada panic buying, memberatkan masyarakat, tidak ada penimbunan. Mudah-mudahan adanya pasar murah ini menjadi keberkahan bagi semuanya," ujarnya.


Ani, warga Banyurip Kota Pekalongan mengaku sangat terbantu adanya kegiatan ini. Terlebih, harga yang dijual disini lebih murah dibandingkan harga di pasaran maupun toko. Dirinya membeli paket sembako yang berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan 1 liter minyak goreng yang dibanderol dengan harga Rp82 ribu.


"Alhamdulillah, bagi kami yang merupakan warga menengah kebawah sangat terbantu adanya pasar murah Ramadhan di Lapangan Mataram ini. Mudah-mudahan ke depannya bisa sering diadakan lagi," tukas Ani. (Peh).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved