Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Muncul Tagar Ora Empat Besar Ora Wali Kota, Ini Kata CEO PSIS Yoyok Sukawi

PSIS Semarang bersaing ketat dengan Madura United dan Persik Kediri berburu finish di urutan empat klasemen akhir seri

Tribun Jateng/ F Ariel Setiaputra
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang bersaing ketat dengan Madura United dan Persik Kediri berburu finish di urutan empat klasemen akhir seri reguler BRI Liga 1 2023/2024.

Memasuki pekan ke-31, artinya tinggal menyisakan empat laga lagi.

Seperti diketahui, urutan pertama hingga empat akan lolos ke seri championship untuk menentukan  tim juara BRI Liga 1 2023/2024.

Adapun bagi PSIS, saat ini sementara terlempar posisinya ke urutan lima klasemen.

Hal ini menuai reaksi dari penggemar terutama di media sosial.

Mahesa Jenar yang saat ini turun ke posisi lima tak lepas dari performa tim yang sedang tidak stabil di beberapa laga terakhir.

Dalam lima laga terakhir, PSIS baru mampu menang sekali, imbang sekali, dan kalah tiga kali.

Taisei Marukawa dkk berada di urutan lima dengan perolehan 47 poin. 

Performa kurang memuaskan yang ditunjukkan PSIS juga memunculkan tagar Ora Empat Besar Ora Walikota.

Tagar ini ditujukan kepada CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi yang diketahui berniat maju dalam kontestasi Pilkada Kota Semarang 2024.

"Ramai sekali ini, sudah bermunculan hastag ora empat besar ora walikota. Nah ini saya hormati dan terima kasih dukungan teman-teman suporter yang sudah menyuarakan hastag itu," ujar Yoyok merespon tagar tersebut.

"Teman-teman memang punya harapan yang sangat tinggi terhadap PSIS Semarang. Kami hargai teman-teman terus memberikan dukungan, teman-teman netizen juga saya hormati," jelasnya.

Yoyok mengatakan, Manajemen Mahesa Jenar tak menurunkan target awal musim yakni menembus urutan empat besar.

Hal ini didukung dengan komposisi pemain Mahesa Jenar yang cukup bagus ketika memulai kompetisi musim ini.

"Saya ingatkan bahwa target itu tidak pernah berubah. Target itu masih ada dipundak tim untuk empat besar. Tapi teman-teman juga harus melihat faktor eksternal. Ini bukan alasan yang saya cari-cari. Tapi ini adalah fakta yang ada di lapangan," katanya.

Dalam perjalanan musim ini, sejumlah pemain tidak bisa menuntaskan musim hingga selesai seperti Delfin Rumbino, Muhammad Akrom, dan Vitinho yang cedera lutut.

Lalu ada nama Carlos Fortes yang memilih mundur dari tim di tengah berjalannya kompetisi.

"Kita ditinggal secara sepihak oleh Carlos Fortes. Dia gabung ke klub lain.

Saya garis bawahi bahwa Fortes ini tidak dijual tapi mengundurkan diri, dan saya memiliki bukti suratnya bahwa dia menyatakan mengundurkan diri.

Kenapa kita tidak menahan karena, di dalam PSIS itu kita sepakat kalau hatinya sudah tidak disini kita sepakat melepas," ujarnya.

Faktor lain yaitu PSIS tidak bisa menggunakan Stadion Jatidiri sampai akhir musim karena proses renovasi jadi penyebab performa PSIS yak stabil akhir-akhir ini.

"Musibah yang cukup berat bahwa PSIS tidak bisa bermain di kandang utama Stadion Jatidiri.

Tolong teman-teman semua lihat, berapa kali PSIS menang di Jatidiri dari total 13x laga.

Itu ada 10 kali menang.

Sehingga dengan kita tidak bermain di Jatidiri kemampuan kita saat bermain kandang berkurang, motivasi berkurang, semangatnya berkurang, capeknya bertambah, kekuatannya berkurang," urainya.

"Sehingga kalau teman-teman lihat sekarang PSIS fisiknya tidak seprima pada saat bermain di Jatidiri.

Memang beda jadi tim musafir dan menjadi tim yang punya kandang.

Tapi ini bukan alasan, kami semua bertekad akan terus mengejar empat besar.

Mudah-mudahan PSIS bisa melalui segala macam kesulitan ini," pungkas Yoyok.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved