Puisi
Puisi Ruang Hijau Natasha Rizky
Puisi Ruang Hijau Natasha Rizky: Ruang Hijau Aku masih ingat betul. Pukul 10.00 pagi memasuki ruang hijau.
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
Puisi Ruang Hijau Natasha Rizky
TRIBUNJATENG.COM - Puisi Ruang Hijau Natasha Rizky:
Ruang Hijau
Aku masih ingat betul.
Pukul 10.00 pagi memasuki ruang hijau.
Menduduki kursi yang membuat kedinginan.
Di depannya ada meja kecil untuk bertumpu,
beban-bena yang sebenarnya angkat tangan.
Jari-jariku melipat-lipat dan menekan-nekan.
Keringat halus berjatuhan,
tetapi seperti enggan untuk tampil.
Malu karena tak ingin terlihat hancur.
Lalu di hadapannya, ada beberapa sosok analisis.
Entah itu kontradiksi, tetapi hatiku hendak berangkat.
Belum lagi air mata meringis kecil kesakitan.
Disangka kering, ternyata tidak kokoh bendungannya.
Aku melihat ke arahnya dengan pelipis matakku.
Ampun, ini di dalamnya berdarah-darah.
Hampir mati.
Dia terlihat biasa saja, ringan.
Tubuhku gontai terambau cedera yang jelas.
Tadinya aku masih berharap.
Dia yang akan membangun narasi perjuangan.
Namun, kenyataannya...
Aku hanya memanjangkan angan-angan.
(*)
| 10 Puisi Kemerdekaan Karya Penyair Indonesia, Cocok untuk 17 Agustus dan Perayaan HUT Ke-80 RI |
|
|---|
| Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni |
|
|---|
| Puisi Sapardi Djoko Damono: Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari |
|
|---|
| 5 Puisi Hari Ibu 22 Desember 2024, Karya Joko Pinurbo, Wiji Thukul hingga Sapardi Djoko Damono |
|
|---|
| Puisi Adegan Film: Burung Gereja Karya Bernard Batubara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suara-natasha-rizky-bergetar-klarifikasi-isu-desta-selingkuh-saya-saksi-hidupnya-10-tahun.jpg)