Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Jumlah Pasien di Puskesmas Gayamsari Semarang Meningkat Pasca Libur Lebaran

Pasca Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah, pasien yang periksa ke Puskesmas Gayamsari mengalami peningkatan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Dok Humas Pemkot Semarang 
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau Puskesmas Gayamsari pada hari pertama kerja pasca Lebaran, Selasa (16/4/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasca Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah, pasien yang periksa ke Puskesmas Gayamsari mengalami peningkatan. Tercatat, lebih dari 250 pasien yang datang untuk periksa pada Selasa (16/4/2204).

Kepala UPTD Puskesmas Gayamsari, Ahnaf mengakui selama libur Lebaran Puskesmas hanya libur selama dua hari yakni pada Lebaran hari pertama dan kedua saja. Setelah itu, Puskesmas membuka kembali pelayanan seperti biasa.

“Hari ini saja dari pagi sampai siang ini sudah ada 250 pasien, dan akan terus tambah ini,” terangnya.

Dia menyebut, pasien yang datang ke Puskesmas rata-rata 100 - 150 orang per hari pasa hari biasa. Pasca Lebaran, jumlah pasien mengalami peningkatan cukup tinggi. Jumlah pasien yang periksa ke puskesmas rata-rata 200 orang per hari saat libur Lebaran.

Pasien yang datang rata-rata mengeluhkan sakit batuk, pilek, tensi darah cenderung tinggi hingga badan pegal linu. Keluhan pasien dimungkinkan akibat pola makan selama Lebaran.

"Ya mungkin saat Lebaran banyak makan santan jadi banyak yang tensinya tinggi. Tapi, belum kita cek keseluruhan data penyakit apa saja yang banyak," jelasnya.

Meski demikian, diakuinya, tidak ada pasien dengan kondisi gawat darurat yang datang ke puskesmas dan harus dilakukan ke Rumah Sakit.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Gayamsari dan melihat langsung pelayanan yang dilakukan di UPTD di bawah naungan Dinas Kesehatan ini.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dibenahi. Misalnya, perlu penambahan ruang tunggu dan kursi tunggu bagi pasien serta penambahan kipas angin maupun pendingin udara.

“Ini pasiennya ramai tapi kursi tunggu kurang. Harusnya bisa koordinasi dengan DKK minta tambahan kursi tunggu atau ke kecanatan untuk pinjam kursi. Kan kasihan pasien lagi sakit tapi nunggu berdiri,” ucap Ita, sapaannya.

“Apalagi ini AC nya mati satu, nanti segera diperbaiki atau bisa ditambah kipas angin, kasian kan sumuk, gerah," ucapnya. (eyf)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved