Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DPP Partai Golkar Tugaskan Dua Nama Ini untuk Pilkada Blora 2024

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menerbitkan surat penugasan kepada dua nama untuk menghadapi Pilkada Blora 2024.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Daniel Ari Purnomo
Iqbal
Deretan bendera Partai Golkar yang terpasang di halaman kantor DPD Partai Golkar Blora.(Iqbal/Tribunjateng) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menerbitkan surat penugasan kepada dua nama untuk menghadapi Pilkada Blora 2024.

Pertama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Blora, Siswanto. Kedua, pengusaha pabrik gula, Lie Kamajaya.

Keduanya akan bersaing untuk nantinya memperoleh rekomendasi dari partai bisa maju di Pilkada 2024.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Blora, Siswanto, membenarkan adanya surat penugasan dari DPP Partai Golkar itu.

"Kita ngikutin partai saja, kemarin dari DPP Partai Golkar kan memberikan surat tugas untuk dua nama. Kepada pak Kamajaya, pendiri pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM), dan juga saya sendiri untuk menjadi bakal calon bupati," katanya kepada Tribunjateng, Kamis (18/4/2024).

Menurut Siswanto, sebelum ditentukan siapa yang bakal didaftarkan ke KPU untuk Pilkada 2024, ada beberapa tahapan yang bakal ditempuh, salah satunya survei.

Dalam hal ini, DPP Partai Golkar menggandeng Lembaga Survei Indonesia (LSI).

"LSI akan melakukan survei tiga kali, yaitu nanti pertengahan Mei, Juli, dan awal Agustus," jelasnya.

Kendati demikian, survei itu tidak hanya dilakukan untuk dua nama yang telah disebutkan. 

Tetapi, survei juga akan dilakukan pada nama-nama potensial yang diperkirakan bakal maju di Pilkada Blora 2024.

"Untuk LSI itu tidak hanya mengukur nama Siswanto dan Kamajaya saja, tetapi mengukur calon-calon potensial yang ada di Kabupaten Blora," terangnya.

Menurut Siswanto, hasil survei LSI nantinya akan menjadi salah satu indikator dalam penentuan calon bupati yang bakal mendapat rekomendasi didaftarkan ke KPU.

"Tergantung nanti hasil survei tertinggi siapa, dari internal Golkar atau eksternal Partai Golkar, prinsipnya kita ngikut DPP," terangnya.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved