Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sosok Roni de Laserna, Pakar Hipnotis Asli Pati: Punya Ribuan Murid, Rumah Spek Hotel Berbintang

Inilah sosok Roni Firmansyah alias Roni de Laserna pria asal Pati yang sukses berkarir dalam pakar hipnotis.

Tayang:
Mazka Hauzan Naufal
Roni Firmansyah alias Roni De Laserna, pakar hipnosis asal Pati, saat diwawancarai di kantor sekaligus kediamannya, Puri, Kabupaten Pati, Sabtu (20/4/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kisah hidup Roni Firmansyah alias Roni De Laserna (38) membuktikan bahwa ketekunan, kemauan untuk belajar, dan ketangguhan dalam menjalani renjana atau passion bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan.

Mengawali karier sebagai kru musik orkes dangdut, Roni menemukan ketertarikan khusus dalam bidang hipnotis

Setelah melalui proses panjang belajar dan menekuni dunia hipnotis, kini dia dikenal sebagai pakar hipnotis yang punya ribuan murid yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Satu demi satu impiannya bisa terwujud dengan menekuni bidang ini, mulai dari membangun rumah impian hingga mempopulerkan manfaat positif ilmu hipnosis.

"Sebelum masuk dunia hipnotis, sejak lulus SMA saya kerja jadi pemain musik melodi dangdut pantura. Buka usaha konter HP juga. Tapi prospek ke depan sebagai kru musik saya lihat kurang bagus, penghasilan minim karena dibagi banyak kru. Jam istirahat juga tidak teratur," ucap dia saat ditemui di kantor sekaligus kediaman pribadinya di Puri, Pati, Sabtu (20/4/2024).

Pria kelahiran 21 Februari 1986 ini kemudian mantap untuk banting setir ke bidang lain saat melihat pertunjukan sulap di sebuah mal di Semarang.

Sebelum fokus sepenuhnya di dunia hipnotis, pria asal Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus ini terlebih dahulu mencoba peruntungan di bidang sulap.

"Sejak kecil sudah suka sulap. Tapi mulai tertarik coba main sulap saat lihat atraksi sulap dan toko sulap di mal. Saya lalu belajar privat sulap. Pernah ketemu pesulap nasional Demian juga di Jogja," ujar suami dari Ristavia Yolanda Citra Ristanti (29) ini.

Di tengah perjalanan menekuni sulap itulah, Roni menemukan dunia hipnotis.

Sebab, dunia sulap memang terkait erat dengan dunia hipnotis.

Dengan menggabungkan seni sulap dan hipnotis, Roni bahkan pernah meraih Juara 2 dalam ajang sulap se-Jateng dan DIY di Kota Semarang pada 2009. 

Dari situlah dia membranding diri sebagai seorang hypnollutionist yang menggabungkan hipnotis dengan sulap ilusionis.

Untuk menegaskan kepakaran di bidang hipnosis, pada 2011 Roni mendapat sertifikat dari International Association of Counselors and Therapists (IACT) Amerika Serikat.

Berjalannya waktu, sekitar 2012 Roni menghadap dilema untuk memutuskan apakah hendak fokus di sulap atau hipnotis.

"Sedangkan sulap saya lihat prospek kurang bagus, apalagi banyak yang bongkar-bongkar trik sulap di youtube," ucap ayah dari Salman Al Farisi (11), Rasendria Rizki Firmansyah (4), dan Riverlyn Swastika Firmansyah (2) ini.

Roni pun mantap untuk fokus di bidang hipnotis.

Masih pada 2012, dia lalu mendirikan Delaserna Hypnollution, sebuah lembaga pelatihan dan edukasi hipnosis. 

Dia banyak mendapat undangan untuk memberikan hipnomotivasi bagi para pelajar dari sekolah-sekolah di berbagai daerah, terutama pelajar yang hendak menghadapi ujian nasional.

Lewat saluran YouTube-nya yang memiliki 162 ribu pelanggan, yakni Roni De Laserna, dia juga banyak menayangkan konten-konten edukasi hipnosis.

YouTube juga dia jadikan sarana untuk memasarkan kelas hipnotis yang dia ampu.

Pada 2018, dia banyak kolaborasi dengan para youtuber Pati.

Hal ini membuat namanya kian dikenal dan kelas hipnotisnya makin ramai peminat.

Lewat kelas luring maupun daring, juga lewat lokakarya di berbagai kota, Roni telah mencetak ribuan ahli hipnotis baru hingga luar negeri.

"Sampai sekarang alumni saya ribuan dari beragai profesi. Ada dokter, TNI, Polri, profesor universitas, tukang becak, tukang ojek. Bahkan yang paling salut, saya punya murid guru les kesenian, dia orang Jogja, tunanetra, tapi bisa mempraktikkan hipnosis dengan baik," kata Roni.

Dia menegaskan, di tangan yang tepat, ilmu hipnosis bisa dimanfaatkan untuk hal positif sesuai bidang karier masing-masing.

Bagi polisi misalnya, hipnosis bisa digunakan dalam hipnoforensik.

Kemudian bagi dokter bisa untuk membantu proses operasi supaya pasien lebih rileks.

TNI untuk memotivasi anggota supaya kejiwaannya lebih tenang.

"Bagi sales bisa hipnoselling, untuk jualan. Bahkan bagi ustaz atau kiai hipnosis bisa membantu memperkuat hafalan. Intinya hipnosis bisa dipakai macam-macam. Apalagi setiap kita berkomunikasi, verbal maupun nonverbal, pasti ada unsur hipnotis," jelas Roni.

Dia juga punya banyak murid dari luar negeri, baik peserta workshop maupun kelas privat.

Roni pernah menggelar Workshop Hipnotis Halus di berbagai negara, antara lain India, Malaysia, dan Taiwan.

Hipnotis Halus sendiri merupakan metodologi hipnotis yang dia kembangkan dan telah dia patenkan di Kemenkumham.

Selain dari peserta workshop, Roni juga punya murid mancanegara dari kelas privat, antara lain dari Australia, Singapura, Malaysia, Nepal, India, Belanda, dan Brunei Darussalam.

Roni juga menyebarluaskan ilmunya lewat tulisan.

Pada 2021, dia menerbitkan buku berjudul Desendria yang hingga kini telah terjual lebih dari seribu eksemplar.

Untuk menebar manfaat lebih banyak, Roni juga membuka praktik hipnoterapi untuk membantu proses penyembuhan orang-orang yang mengalami sakit psikosomatik, antara lain fobia, kecanduan, dan trauma.

"Saya juga membuka hipnoterapi gratis tiap hari Jumat. Tapi saya batasi sehari 1-2 klien saja. Bisa membantu mereka yang punya masalah rumah tangga, fobia, penguatan mental korban kekerasan seksual, pemulihan trauma, hingga terapi kecanduan game, alkohol, rokok dan lain-lain," jelas Roni.

Roni bersyukur, perjuangan panjangnya menekuni hipnotis bisa dia rasakan manisnya kini.

Salah satu pencapaian yang dia syukuri adalah bisa membangun rumah pribadi dengan kamar yang dia rancang seperti hotel berbintang.

Dia punya cerita agak emosional mengenai hal ini.

Awal-awal membuka kelas hipnotis dulu, Roni dan istri belum punya rumah pribadi.

Setiap ada peserta kelas privat dari luar kota, Roni selalu beralasan bahwa rumahnya masih dibangun.

"Jaman susah dulu, kalau ada orang privat, saya selalu beralasan rumah masih dibangun, padahal belum punya rumah. Klien biasanya saya minta pesan kamar hotel untuk lokasi kelas privat. Kalau sudah selesai kelas, klien pulang. Masih ada sisa waktu menginap, kamarnya lalu saya tempati bersama istri, kami senang tidur di tempat AC karena kamar kami belum ada AC waktu itu. Sambil tidur di hotel kami berangan-angan kapan punya kamar seperti hotel bintang lima," kisah Roni.

Kini, impian Roni telah tercapai. Pada 2021, dia mulai membangun rumah dengan spesifikasi impiannya.

Rumah itu mulai ia tempati 2022 hingga kini.

Roni juga bersyukur bisa membangun passive income dari usaha rumah kos dan outlet waralaba martabak yang tersebar di lima kota.

Atas semua pencapaian itu, Roni belum berpuas diri.

Dia masih punya impian yang ingin diraih.

Antara lain membuka klinik-klinik hipnoterapi yang bisa menjadi wadah praktik bagi para alumni kelas hipnotisnya.

Dia juga ingin melihat ada muridnya yang lebih sukses dari dirinya.

"Prinsip saya, saya belum merasa sukses kalau belum ada murid yang melebihi saya. Jadi dengan membuka kelas saya tidak takut menciptakan saingan sendiri. Saya justri ingin mencetak pakar hipnosis yang bisa melampaui level saya," kata Roni.

Bagi Roni, semakin banyak orang yang menguasai hipnosis dengan belajar padanya, kian banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

"Harapannya setidaknya bisa kepakai dalam lingkup kecil keluarga, untuk menerapi keluarga jika ada gangguan psikis. Tindak kejahatan jalanan yang terkait hipnotis juga bisa berkurang karena semakin banyak yang tahu polanya," papar dia.

Bagaimanapun, Roni sendiri sudah membuktikan, sesuai prinsip hipnosis, sugesti positif yang dijalankan dengan baik akan mengantarkan seseorang pada keberhasilan meraih cita-cita dan menebar manfaat.

Hal ini sesuai slogan yang dia usung dalam Delaserna Hypnollution, yakni "when suggestion becomes reality". (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved