Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Fakta Baru Kasus Kematian Brigadir Ridhal, Ditemukan 3 Bungkus Tisu Magic

Fakta baru terungkap dari kasus kematian anggota polisi Brigadir Ridhal Ali Tomi.

Editor: rival al manaf
KOLASE/TRIBUN MEDAN
ISTRI Brigadir RAT Syok Tak Percaya Suaminya Bunuh Diri di Mobil, Bukti Foto dan Video Ditutupi 

TRIBUNJATENG.COM - Fakta baru terungkap dari kasus kematian anggota polisi Brigadir Ridhal Ali Tomi.

Fakta baru itu ditemukan penyidik dan merupakan barang mencurigakan yang tertinggal di lokasi.

Polisi menemukan tiga bungkus tisu magic di tas Anggota Polresta Manado ini.

Untuk apa tisu magic tersebut?

Baca juga: Inilah Sosok Kompol Yulfa Irawati, Polwan Yang Diterpa Isu Miring Usai Tewasnya Brigadir RAT

Baca juga: Brigadir Ridhal Ternyata Jadi Ajudan Pengusaha, Kapolresta Manado Dituding Terima Uang Segini

Penampakan mobil Toyota Alphard yang dikemudikan Brigadir RAT sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan pistol ke arah kepala di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2024).
Penampakan mobil Toyota Alphard yang dikemudikan Brigadir RAT sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan pistol ke arah kepala di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2024). (Dokumentasi CCTV)

Tisu magic merupakan tisu khusus untuk pria dewasa. Tisu ini berfungsi untuk ereksi kelamin pria lebih lama. 

Penemuan barang ini menimbulkan kecurigaan, benarkah Brigadir Ridhal tewas bunuh diri? 

Brigadir Ridhal ditemukan tewas di dalam mobil Alphard di Jakarta Selatan. Dia ke Jakarta Selatan dalam rangka tugas mengawal komandan.  

"Ditemukan tas warna hitam yang isinya sebagai berikut, pertama atas nama korban RA, SIM, surat izin senjata, paspor, tanda pengenal mabes Polri, 3 kartu tabungan mandiri, 3 buah antiseptik tisu dengan merek magic power," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro, Selasa (30/4/2024).

"2 buah handphone, 7 lembar mata asing thailand, dan surat izin pinjam dan pakai senjata api atas nama RA," kata Bintoro.

Sebelum tewas dalam mobil Toyota Alphard, Brigadir Ridhal Ali Tomi (RAT) ternyata sempat menurunkan penumpang yakni anak kecil dan wanita.

Hal itu terungkap dalam rekaman CCTV yang ditunjukkan Polres Metro Jakarta Selatan saat konferensi pers, Senin (29/4/2024).

"Kemudian ada 13 momen (adegan) penting yang kami analisa, yang pertama adalah jam 16.23.5 momen di mana mobil Toyota Alphard Nomor 23 VIII, itu di depan pagar melakukan klakson sekali," ujar Anggota Labkrim Polri, Ipda Saji.

"Kemudian momen yang kedua pria berbaju merah kalau di digital forensik itu kami menamakan itu PA 1 itu membuka pagar. kemudian (jam) 16.21.04 itu mobl itu melintas masuk area lima," sambungnya.

Pada adegan keempat, mobil yang dikemudikan Brigadir RAT melintas di depan TKP, kemudian adegan kelima mobil berhenti.

Dalam adegan keenam, anak kecil memakai biru dongker dan celana pendek turun pertama dari mobil itu.

"Lalu pria berbaju hijau army kami sebutnya pria 2, pria anak turun dari tengah kiri, kemudian perempuan mengenakan dress turun dari tengah kanan. Kemudian perempuan berbaju putih celana hijau turun," katanya.

"Kemudian perempuan berbaju putih celana hijau turun dari tengah kiri. Di momen yang ketujuh ada indikator mobil Alphard menyala kemudian mundur," sambung dia.

Di adegan kedelapan, mobil berhenti mundur dan lampu indikator menyala setop.

Kemudian adegan kesembilan, mobil mundur kembali jalan belok ke kanan serta kaca mobil kanan tertutup.

"Kemudian momen ke-10, mobil dimaksud berhenti mundur dan belok kanan lampu indikator setop menyala. Jadi ada dua kali berhenti, kemudian terjadi suara letusan atau letupan, sudah kami lakukan analisis," ucapnya.

Penyelidikan Ditutup

Penyelidikan kasus dugaan bunuh diri Brigadir Ridhal Ali Tomi (RAT) di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dinyatakan selesai dan dihentikan.

"Setelah kami sampaikan bukti-bukti yang ada dengan kolaborasi secara komprehensif, baik itu dari kedokteran forensik, laboratorium forensik, maupun dari siber, kami buka semua. Kami simpulkan bahwa kejadian ini resmi bunuh diri. Sehingga kami anggap perkara ini kami tutup, selesai," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Senin (29/4/2024).

Hal itu berdasarkan keterangan para saksi, barang bukti serta hasil pemeriksaan yang dilakukan secara komprehensif dengan metode scientific crime investigation.

"Menganalisa, terhadap barang bukti berupa DVR yang berisi rekaman video CCTV yang ada di TKP. Dengan hasil pada saat kejadian tidak ada orang lain yang berada di TKP," katanya.

Bintoro menegaskan bahwa tak ada orang lain selain anggota Satlantas Polresta Manado, Sulawesi Utara itu di tempat kejadian perkara (TKP).

Sehingga Brigadir RAT tewas karena bunuh diri di dalam mobil Toyota Alphard dengan cara menembakkan senjata api (senpi) jenis HS dengan kaliber 9 milimeter.

"Disimpulkan bahwa jenazah yang ditemukan di dalam mobil pada halaman rumah di Jalan Mampang Prapatan 4 RT 10 RW 2, Kelurahan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, karena korban bunuh diri dengan cara menembakkan senjata api jenis pistol HS kaliber 9mm ke arah kepala," tutur dia.

Kendati demikian, pihaknya belum membeberkan motif Brigadir RAT melakukan bunuh diri.

"Masih kami dalami, masih kami dalami untuk motif yang bersangkutan bunuh diri ini apa," kata Bintoro.

Kompolnas Pertanyakan Prosedur Permohonan Cuti Brigadir RAT

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mempertanyakan prosedur permohonan cuti terhadap Brigadir Ridhal Ali Tomi (RAT).

Diketahui, anggota Satlantas Polresta Manado itu mengakhiri hidupnya di dalam mobil Toyota Alphard di Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat sedang cuti.

Terkait dengan keberadaannya di Jakarta, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal menyebut Brigadir RAT tengah cuti karena ada urusan keluarga atau kunjungan ke kerabatnya.

Pernyataan itu turut diperkuat Kasi Humas Polresta Manado Ipda Agus Haryono yang menuturkan Brigadir RAT dalam laporannya hanya menyampaikan pada pihaknya yakni untuk mengunjungi rumah kerabatnya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Namun, istri Brigadir RAT, Novita Husain alias Osin membantah pernyataan pihak kepolisian tersebut.

Osin mengungkapkan, Brigadir RAT bertugas sebagai ajudan seorang polwan di Jakarta sejak tahun 2022.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut), Kombes Michael Irwan Thamsil mengatakan Brigadir RAT datang ke Jakarta untuk menjadi pengawal seorang pengusaha.

Dikatakan, Brigadir RAT sudah menjadi ajudan pengusaha di Jakarta sejak 2021 lalu.

Selama tiga tahun, Brigadir RAT menjadi ajudan tanpa izin tugas.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti lantas mempertanyakan keperluan korban sebenarnya di Jakarta.

"Apakah prosedur permohonannya sudah sesuai aturan? Tidak bisa dong main enak dibawa-bawa komandan. Keperluannya apa? Itu yang harus diperiksa oleh Propam," ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024).

"Apakah penugasannya sudah sesuai prosedur atau melanggar? Ingat, Polisi digaji APBN. Penugasannya harus sesuai aturan. Tidak boleh seenaknya sendiri atau seenak komandan," lanjut dia.

Ia menuturkan bahwa tak boleh seorang anggota membawa senjata api (senpi) saat sedang cuti.

"Ada kesimpang-siuran antara keterangan istri almarhum dan keterangan kepolisian. Istri mengatakan BKO, kepolisian mengatakan cuti sejak 10 Maret. Nah, kalau cuti kan harus sesuai aturan. Tidak bisa melebihi batas waktu," tuturnya.

"Cuti juga tidak bisa bawa senpi karena tidak sedang berdinas. Masa cuti yang panjang sejak 10 Maret sampai meninggalnya almarhum juga menimbulkan tanda tanya. Jika merujuk keterangan istri bahwa almarhum BKO," sambung Poengky.

Lebih lanjut, ia meminta agar hal tersebut perlu dijelaskan secara transparan. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul TIMBUL Kecurigaan, Polisi Temukan 3 Bungkus Tisu Magic di Tas Brigadir Ridhal, Benarkah Bunuh Diri?, 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved