Berita Regional
Suami Bunuh Istri gara-gara Notifikasi "Sayang"
Seorang warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyerahkan diri ke polisi setelah melakukan pembunuhan.
TRIBUNJATENG.COM - Seorang warga Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileuni, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyerahkan diri ke polisi setelah melakukan pembunuhan.
AM (31) membunuh istrinya, A (26).
Pembunuhan terjadi di rumah mereka pada Senin (29/4/2024).
Baca juga: Sempat Minum Racun Tikus, Pria Pembunuh Istri Meninggal karena Sakit Ginjal
Pelaku menghabisi nyawa istrinya dengan cara menganiayanya dengan gagang cangkul.
Perbuatan keji itu dilakukan karena cemburu.
Hal tersebut dijelaskan Kapolsek Cileunyi Kompol Suharto pada Selasa (30/4/2024).
"Datang ke Mapolsek pada jam 01.35 WIB dan yang bersangkutan (pelaku) menjelaskan bahwa telah membunuh istrinya bernama A dengan menggunakan benda tumpul yaitu gagang cangkul," kata Suharto.
Notifikasi "sayang"
Suharto menjelaskan pembunuhan terjadi setelah AM menemukan notifikasi dari ponsel sang istri yang membuatnya cemburu.
"Terdapat notif sayang-sayangan, sehingga mengakibatkan cekcok dan kerap terjadi selisih paham dalam kesehariannya," kata Suharto.
Ia mengatakan saat kejadian, pelaku sedang memperbaiki gagang cangkul dan korban sedang tiduran menonton televisi.
Saat itulah mereka cekcok dan berdebat.
"Akhirnya membuat sang suami atau pelaku ini naik pitam, hingga akhirnya gagang cangkul yang diperbaikinya dipukulkan ke kepala bagian belakang dan samping kiri istrinya," ujar dia.
Pemukulan dilakukan berulang-ulang hingga korban terluka parah dan meninggal dunia.
"Jadi motifnya bisa dibilang berawal dari rasa cemburu," katanya.
Setelah membunuh istrinya, AM mendatangi Polsek Cileunyi untuk menyerahkan diri.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi TKP.
"Kami dari kepolisian Polsek Cileunyi dan gabungan unit identifikasi dari Polresta Bandung, langsung melaksanakan pengecekan TKP dan betul itu terjadi.
Ditemukan seorang perempuan yang tergeletak telungkup di tempat tidur dengan bersimbah darah," tuturnya.
Tak ada suara keributan
Sementara itu Ketua RT 04 di RW 18, Kampung Sukarame, Desa Cileunyikulon, Cecep, mengatakan, awalnya warga tak ada yang tahu kejadian tersebut, termasuk tetangganya yang dekat.
"Bahkan saya tahu pembunuhan juga bukan dari laporan warga tapi diberitahu pihak Polsek Cileunyi," ujar Cecep di dekat lokasi kejadian, Selasa (30/4/2024).
Ia juga mengatakan warga sama sekali tak mendengar suara keributan atau pertengkaran saat pembunuhan terjadi.
"Tentu dengan adanya ini sangat kaget, tak ada kabar apa pun sebelumnya, tiba-tiba ada kejadian gini.
Biasanya kan kalau di kampung kalau ada apa-apa suka ramai," kata Cecep.
"Jadi pas ada Polsek Cileunyi, langsung olah TKP (tempat kejadian perkara) dan ada Tim Inafis Polresta Bandung juga.
Makanya sudah dikasih garis polisi.
Saat itu warga heboh," ujar dia.
Cecep menyebut pelaku AM sehari-hari bekerja serabutan.
"Sudah tinggal di sini sekira tujuh tahun.
Dulu sempat punya anak tapi meninggal dunia sehingga mereka hidup berdua saja di rumah ini," ucapnya.
Selain itu ia menilai pelaku AM kurang bersosialisasi dengan warga lain.
"Keluarga itu kurang bersosialisasi, tergolong orang yang tertutup karena memang jarang kelihatan mengobrol atau kumpul sama warga lain," tuturnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berawal dari Notifikasi "Sayang", Suami di Bandung Bunuh Istrinya lalu Serahkan Diri ke Polisi"
Baca juga: Pria Bacok Tetangga karena Masalah Parkir Kendaraan saat Tahlilan
| Kronologi Pemotor Tabrak Polisi yang Tengah Gelar Razia, Videonya Viral |
|
|---|
| Briptu Alfandi yang Tak Datang di Hari Pernikahan Datangi Keluarga Anisa, Jelaskan Alasannya |
|
|---|
| 2 Bocah Histeris Lihat Ayah Tewas Bersimbah Darah Ditembak saat Jualan Geprek, Pelaku Serahkan Diri |
|
|---|
| Tak Hanya Kendal, Isu Pocong juga Ramai di 6 Daerah Ini, Hoaks Atau Nyata? |
|
|---|
| Matias Temukan Bayi Menangis di Semak-Semak saat Pulang Kerja Tengah Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan_20160414_235730.jpg)