Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Taruna STIP Tewas di Tangan Senior, Polisi Periksa 43 Saksi

Seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tewas akibat dianiaya seniornya sendiri pada Jumat (3/5/2024) lalu.

TribunJakarta
Suasana di depan STIP Jakarta di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (3/5/2024) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tewas akibat dianiaya seniornya sendiri pada Jumat (3/5/2024) lalu.

Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara telah memeriksa 43 orang saksi kasus tersebut.

"Jadi total saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan ada 43," ucap Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Utara, Kombes (Pol) Gidion Arif Setyawan di Polres Metro Jakarta Utara pada Kamis (8/4/2024).

Baca juga: Polisi Bantah Kabar yang Sebut Pelaku Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas Adalah Anak Pejabat

Puluhan saksi tersebut terdiri dari 36 orang taruna STIP tingkat satu, dua, dan empat.

Beberapa saksi kasus meninggalnya taruna STIP berlari menghindari sorotan kamera awak media usai melakukan pra rekonstruksi. Senin (6/5/2024).
Beberapa saksi kasus meninggalnya taruna STIP berlari menghindari sorotan kamera awak media usai melakukan pra rekonstruksi. Senin (6/5/2024). (KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU)

Kemudian pengasuh STIP, dokter klinik STIP, dokter Rumah Sakit Tarumajaya, ahli pidana, dan ahli bahasa.

Selain rekaman CCTV, juga ada beberapa barang bukti yang digunakan untuk mendukung penyidikan kasus ini.

"Kemudian barang buktinya berupa visum et repertum, pakaian korban, pakain tersangka, dan CCTV yang kemudian sudah dilakukan analisa digital," sambungnya.

Dari 43 saksi itu ditemukan tiga tersangka baru, yang turut andil dalam peristiwa nahas yang menimpa Putu Satria Ananta Rustika (19).

"Kami menyimpulkan ada tiga pelaku lainnya yang terlibat dalam peristiwa kekerasan eksesif tersebut," tegas Gidion.

Tiga pelaku itu berinisial A, W, dan K, yang merupakan taruna tingkat II di STIP.

Kini ketiganya sudah ditahan polisi.

A, W, dan K memang tidak melakukan pemukulan kepada Putu.

Namun, ketiganya ikut andil untuk memperlancar tindak penganiayaan yang dilakukan pelaku utama, Tegar Rafi Sanjaya (21).

A berperan memanggil Putu pertama kali untuk turun ke lantai dua dan menggiringnya masuk ke dalam toilet pria.

Ia juga berperan sebagai pengawas lingkungan sekitar saat tindak kekerasan itu dilakukan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved