Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Omzet Pedagang Pernak-pernik dan Perlengkapan Haji di Kudus Naik 10 Persen

Momentum haji senantiasa meningkatkan omzet penjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji diperkirakan sekitar 8-10 persen.

|
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Momentum haji senantiasa ditunggu para pedagang pernak-pernik dan perlengkapan haji setiap tahunnya.

Bahkan, mereka rela berdagang dengan cara berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Satu di antaranya Tri Budi, laki-laki 41 tahun yang menggeluti jual-beli perlengkapan dan oleh-oleh haji asal Kabupaten Semarang.

Baca juga: Innalillahi, Basirun Mangsuri Jemaah Calon Haji Asal Banjarnegara Meninggal di Madinah

Budi, sapaan akrabnya, sudah terbiasa jualan perlengkapan haji ke beberapa daerah selama kurang lebih 12 tahun. 

Saat momentum haji tiba, sering kali dia berdagang di beberapa kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah secara bergantian.

Di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus dan beberapa kabupaten/kota lainnya.

Pada momentum haji 2024 ini, Safari dagang Budi ditutup di Kabupaten Kudus

Dia berdagang di halaman gedung JHK selama tiga hari, terhitung mulai 13-15 Mei saat pelaksanaan manasik haji terakhir bagi jemaah calon haji asal Kabupaten Kudus

Menurut Budi, ueforia haji tahun ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Hal itu berimbas positif terhadap penjualan pernak-pernik dan perlengkapan haji yang semakin meningkat.

Di Kabupaten Kudus, kata Budi, omzet penjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji diperkirakan meningkat 8-10 persen dibandingkan dengan omzet penjualan tahun sebelumnya. 

Beberapa jenis perlengkapan dan oleh-oleh haji yang dijualnya adalah pakaian ihram, gamis, topi, sarung tangan, sabun, krim atau pelembab kulit, dan berbagai perlengkapan haji lainnya.

Omzet penjualan Budi setiap harinya mencapai Rp 6-8 juta.

Hasil berjualan aneka produk haji mulai dari Rp 3.000-an untuk pernak-pernik kecil hingga Rp 350.000-an untuk produk pakaian. 

"Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, memang ada peningakatan, baik hasil penjualan perlengkapan haji atau oleh-oleh haji," terangnya, Jumat (17/5/2024).

Budi menyebut, omzet penjualan total pada momentum haji tahun ini cukup membanggakan melebihi target dari yang hendak dicapai. 

Produk terlarisnya adalah topi dan perlengkapan praktek haji. 

Baca juga: 2 Jemaah Calon Haji Asal Karanganyar Tiba Lebih Awal di Tanah Suci, Ini Alasan Kemenag

Dia pun membawa empat karyawan untuk membantu tour berdagang dari satu daerah ke daerah lain. 

Bertugas membantu pemasaran dan penjualan agar bisa melayani pembeli dengan cepat. 

"12 tahun sudah saya menekuni bidang ini, di Kudus sudah berjalan sejak 2018. Harapannya jemaah haji Indonesia semakin banyak setiap tahunnya, supaya para pedagang perlengkapan haji tetap bisa berkarya," tuturnya. (Sam)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved