Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BHP Semarang

BHP Semarang Laksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke – 116 Tahun 2024

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke -116 dimulai pukul 08.00 WIB di halaman depan Kantor Balai Harta Peninggalan Semarang, Senin (20/05).

Editor: Editor Bisnis
IST
BHP Semarang Laksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke – 116 Tahun 2024 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke -116 dimulai pukul 08.00 WIB di halaman depan Kantor Balai Harta Peninggalan Semarang, Senin (20/05). Kepala BHP Semarang, Agustina Setiyawati sebagai Inspektur memimpin upacara tersebut didampingi M. Amin Affandi sebagai Ajudan Inspektur. 

BHP Semarang Laksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke – 116 Tahun 2024
BHP Semarang Laksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke – 116 Tahun 2024 (IST)

Lengkap dengan seragam Batik Korpri, seluruh pegawai mengikuti upacara dengan khidmad, selaras dengan perjuangan pendahulu membangkitkan semangat Nasionalisme.

Agustina, Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi. Menurutnya, kebangkitan Nasional tidak bisa dilepaskan dengan sejarah Organisasi Modern kala itu, Boedi Oetomo

Sekumpulan orang intelek yang berpikir keras mengenai berbagai hal vital dalam mengembalikan jatidiri Bangsa Indonesia.

“Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda. Bahkan Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis Belanda, menyatakan: “Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun”, tutur Menkominfo.

" Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang
mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda. Pendidikan yang hanya ditujukan pada priayi Jawa diperluas menjadi pendidikan untuk seluruh rakyat Bumiputera. Perjuangan memajukan kebudayaan Jawa diperluas menjadi perjuangan politik mengusir penjajahan Belanda. Perluasan dari cita-cita yang telah ditumbuhkan oleh Boedi Oetomo mencapai titik puncaknya pada proklamasi kemerdekaan", lanjutnya.

Di modern sekarang, Hari Kebangkitan Nasional perlu diimplementasikan dengan nyata, tidak sebatas seremoni upacara. Menaruh kepercayaan akan kejayaan Indonesia di tangan pemuda, banyak aspek yang dapat digali dengan terus mengasah keterampilan, terutama dibidang ilmu teknologi.

“Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini. Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara”, ungkap Budi.

“Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air”, lanjutnya.

Tidak dipungkiri, Indonesia Emas 2045 sudah didepan mata, waktu yang singkat untuk mempersiapkan kematangan Indonesia baik secara Individu sebagai Negara, maupun sebagai Anggota Perserikatan Bangsa – Bangsa. 

“Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air”, tutup Budi dalam Amanat upacara.
Setelah membacakan amanat, seluruh peserta diperdengarkan Lagu Wajib Satu Nusa Satu Bangsa. Selepas itu, Komandan Upacara, Nursalim membubarkan pasukannya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved