Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Borderless World Jadi Sorotan Pemkab Jepara dan Dewan, Jangan Kikis Nasionalisme

Di tengah pergaulan global saat ini, sebuah buku berjudul Future Shock karya Alvin Toffler di tahun 1970-an telah memprediksi

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
IST
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna dan Masykuri Anggota DPRD Kabupaten Jepara seusai berdiskusi dipandu oleh Arif Darmawan selaku Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara pada Rabu, (22/5/2024) 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Di tengah pergaulan global saat ini, sebuah buku berjudul Future Shock karya Alvin Toffler di tahun 1970-an telah memprediksi fenomena borderless world atau dunia tanpa batas. 


Kondisi itu memungkinkan banyak hal yang menjadi ciri suatu bangsa akan pudar. 


Namun, hal yang bersifat lokal justru menemukan identitas penguatnya. 


Pembahasan hal itu berlangsung dalam dialog interaktif bertajuk Menumbuhkan Nasionalisme Cinta pada Budaya Sendiri. 


Diskusi dipandu oleh Arif Darmawan selaku Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara pada Rabu, (22/5/2024) di Radio KartiniFM Jepara.


Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna  berpendapat bahwa modernisasi jangan sampai menghilangkan rasa nasionalisme.


“Kami khawatir borderless world penyebab hilangnya nasionalisme, sehingga di berbagai ruang harus selalu memberi semangat pada generasi muda. Menurut saya sangat relevan agar semakin kuat untuk mempertahankan nasionalisme. Situasi saat ini memprihatinkan karena smakin terkikis padahal nasionalsme justru yang memerdekakan kita,” terang Agus.


Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara itu juga mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia punya budaya yang kaya. 


Oleh karenanya kata dia, jangan sampai seolah dininabobokan kalau tidak mengikuti budaya lain, kita ketinggalan.


Senada dengan Agus, Masykuri Anggota DPRD Kabupaten Jepara juga menekankan pentingnya mencintai budaya lokal.


Menurutnya budaya jangan sampai dipunahkan.


“Misalnya di Bangsri ada semacam memeden dari pelepah kelapa yang filosifinya untuk mengusir hal-hal negatif, biasnya muncul ketika sedekah bumi. Jadi jangan sampai terpengaruh dengan budaya barat. Kalau bisa budaya nasional ini do di uri-uri,” ujar Masykuri.


Mengenai perlunya perancangan peraturan daerah untuk mengatur budaya di desa-desa, Masykuri pun menanggapi positif.


“Kami mengharap perda dalam arti untuk jangan sampai meghilangkan budaya-budaya itu. Budaya jangan sampai punah. Masing-masing di desa kalau bisa ditonjolkan, disamping itu bisa jadi daya tarik sendiri,” kata Masykuri.


Subiyanto selaku Plt Bakesbangpol Kabupaten Jepara memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara secara berkala menjalankan kegiatan untuk menjaga nasionalisme.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved