Berita Jepara
Borderless World Jadi Sorotan Pemkab Jepara dan Dewan, Jangan Kikis Nasionalisme
Di tengah pergaulan global saat ini, sebuah buku berjudul Future Shock karya Alvin Toffler di tahun 1970-an telah memprediksi
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Di tengah pergaulan global saat ini, sebuah buku berjudul Future Shock karya Alvin Toffler di tahun 1970-an telah memprediksi fenomena borderless world atau dunia tanpa batas.
Kondisi itu memungkinkan banyak hal yang menjadi ciri suatu bangsa akan pudar.
Namun, hal yang bersifat lokal justru menemukan identitas penguatnya.
Pembahasan hal itu berlangsung dalam dialog interaktif bertajuk Menumbuhkan Nasionalisme Cinta pada Budaya Sendiri.
Diskusi dipandu oleh Arif Darmawan selaku Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara pada Rabu, (22/5/2024) di Radio KartiniFM Jepara.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna berpendapat bahwa modernisasi jangan sampai menghilangkan rasa nasionalisme.
“Kami khawatir borderless world penyebab hilangnya nasionalisme, sehingga di berbagai ruang harus selalu memberi semangat pada generasi muda. Menurut saya sangat relevan agar semakin kuat untuk mempertahankan nasionalisme. Situasi saat ini memprihatinkan karena smakin terkikis padahal nasionalsme justru yang memerdekakan kita,” terang Agus.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Jepara itu juga mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia punya budaya yang kaya.
Oleh karenanya kata dia, jangan sampai seolah dininabobokan kalau tidak mengikuti budaya lain, kita ketinggalan.
Senada dengan Agus, Masykuri Anggota DPRD Kabupaten Jepara juga menekankan pentingnya mencintai budaya lokal.
Menurutnya budaya jangan sampai dipunahkan.
“Misalnya di Bangsri ada semacam memeden dari pelepah kelapa yang filosifinya untuk mengusir hal-hal negatif, biasnya muncul ketika sedekah bumi. Jadi jangan sampai terpengaruh dengan budaya barat. Kalau bisa budaya nasional ini do di uri-uri,” ujar Masykuri.
Mengenai perlunya perancangan peraturan daerah untuk mengatur budaya di desa-desa, Masykuri pun menanggapi positif.
“Kami mengharap perda dalam arti untuk jangan sampai meghilangkan budaya-budaya itu. Budaya jangan sampai punah. Masing-masing di desa kalau bisa ditonjolkan, disamping itu bisa jadi daya tarik sendiri,” kata Masykuri.
Subiyanto selaku Plt Bakesbangpol Kabupaten Jepara memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara secara berkala menjalankan kegiatan untuk menjaga nasionalisme.
| Duduk Setara di Bumi Kartini, Ribuan Warga Santap 477 Tumpeng Ingkung di Malam Hari Jadi Jepara |
|
|---|
| Proyeksi Besar Pemkab Jepara Angkat Sektor Wisata, Infrastruktur Penunjang Jadi PR |
|
|---|
| 17 WNA dari 12 Negara Ikuti Selametan 102 Tumpeng di Pelataran Masjid Astana Sultan Hadlirin Jepara |
|
|---|
| Luwur Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Diarak 11 Kuda dan 11 Andong Sejauh 3,8 Kilometer |
|
|---|
| Kembalikan Marwah Jepara Pusat Seni Ukir Nasional, Pameran TATAH 2026 Digelar di Museum Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-A-DPRD-Kabupaten-Jepara-Agus-Sutisna-dan-Masykuri-Angg.jpg)