Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Tegal

Sekda Amir Minta ICMI Perkuat Industri Halal dan Ekonomi Syariah di Kabupaten Tegal 

Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Organisai Daerah (ICMI Orda) Kabupaten Tegal periode 2024-2029 resmi dilantik

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Foto dokumentasi Humas Pemkab Tegal
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Amir Makhmud, menandatangani berkas pelantikan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Organisai Daerah (ICMI Orda) Kabupaten Tegal periode 2024-2029. Berlokasi di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Senin (27/5/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Organisai Daerah (ICMI Orda) Kabupaten Tegal periode 2024-2029 resmi dilantik. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, menitipkan pesan ICMI Orda Kabupaten Tegal ikut berperan memperkuat sektor industri halal dan ekonomi syariah. 


Hal ini ia sampaikan, usai pelantikan Pengurus ICMI Orda Kabupaten Tegal, di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal, Senin (27/5/2024).


”Sebagai mitra membangun, saya berharap kehadiran ICMI Kabupaten Tegal bisa membantu pemerintah daerah, selain juga membawa pembaruan kehidupan umat muslim di tengah perkembangan pesat teknologi informasi, dan upaya kita memperkuat sektor industri halal dan ekonomi syariah,” pesan Amir, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (30/5/2024). 


Menurut Amir, Pemkab Tegal bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal saat ini tengah mengimplementasikan Zona KHAS atau kuliner halal, aman dan sehat, sebagai upaya untuk menjamin setiap makanan dan minuman yang disajikan di ruang publik seperti tempat pariwisata telah memenuhi standar kehalalan, kesehatan dan kenyamanan bagi pengunjung.


Ada tiga lokasi di Kabupaten Tegal yang telah ditetapkan sebagai Zona KHAS, yaitu Rest Area Joglo 282 B Lebeteng Tegal, kawasan wisata Waduk Cacaban, dan kantin sekolah SMA Negeri 1 Slawi.


Pemkab Tegal juga berupaya menjaga kondusifitas iklim investasi dan berusaha, salah satunya dengan memberikan layanan kemudahan bagi investor dan pelaku UMKM. 


Masuknya arus investasi dan pergerakan ekonomi UMKM penting artinya bagi sebuah daerah, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.


Di sisi yang sama, Amir menjelaskan pihaknya terus mengawal transformasi ekonomi digital, memfasilitasi pelaku UMKM agar bisa naik kelas dengan digitalisasi, untuk memperluas pasar dan mendukung daya jual produk lokal. 


ICMI sebagai kumpulan para cendekiawan muslim, diharapkan ikut berkontribusi meningkatkan literasi dan penguasaan teknologi digital pelaku UMKM, sebagai faktor penentu suksesnya pembangunan di masa depan.


Persoalan mendasar seperti kemiskinan, juga disinggung Amir yang mengungkapkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tegal turun 0,49 persen poin, dari 0,73 persen di tahun 2023 menjadi 0,24 persen di tahun 2024 ini.


Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem ini harus didukung lebih banyak pihak, supaya target nol persen kemiskinan ekstrem bisa dicapai dalam waktu yang tidak lama lagi.


“Saya berharap melalui program atau kegiatan yang akan segera disusun pengurus ICMI, mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Tegal, baik itu di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun keagamaan,” harap Amir. 


Sementara itu, perwakilan ICMI Pusat Muhammad Najib, menyampaikan sejatinya ICMI memiliki kewajiban mengomunikasikan atau mentransformasikan gagasan, pikiran dan kebijakan pemerintah kepada publik dan sebaliknya. 


Sehingga menurutnya, tugas para cendikiawan ICMI dalam membangun tatanan masyarakat madani cukup berat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved