Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Hal Tak Terduga Komplotan Perampok uragan Emas di Pati, Beri Korban Segepok Uang 8 Juta Rupiah

Hal tak terduga terjadi dalam perampokan juragan emas di Pati tepatnya di Dukuh Puluhan RT 1 RW 5, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Pati

Tayang: | Diperbarui:
Ist
Keluarga korban perampokan, Ahmad Rozi, menunjukkan pintu belakang rumah Siti Muawanah (46) di Dukuh Puluhan RT 1 RW 5, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, yang disatroni perampok, Senin (3/6/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI -- Hal tak terduga terjadi dalam perampokan juragan emas di Pati tepatnya di Dukuh Puluhan RT 1 RW 5, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati Jawa Tengah, Senin (3/6/2024) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Saat korban meminta uang kepada komplotan perampok untu biaya anaknya.

Ketika para pelaku hendak pergi keluar rumah korban berkata, korban minta pada pelaku  “Nge ngei a pak, nggo ngopeni anake kulo” dalam bahasa Indonesia sisakan a pak, untuk merawat anak saya

Selanjutnya seorang pelaku yang membawa uang tersebut melemparkan uang kepada korban/pelapor senilai Rp 8.000.000,00 (delapan juta rupiah) di atas springbad.

Tentu ini sangat menjadi perhatian publik, aksi perampok dermawan ini?

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekira Rp 1.037.000.000,00 (satu milyar tiga puluh tujuh juta rupiah).

Seperti kita kehatui rumah seorang janda juragan emas di Kabupaten Pati disatroni perampok, Senin (3/6/2024) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Korban bernama Siti Muawanah (46) tersebut dirampok saat tengah tidur dalam rumahnya di Dukuh Puluhan RT 1 RW 5, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.

Dia hanya berdua bersama ibunya yang sudah lanjut usia, Mafuah.

Saat ini Siti masih mengalami trauma dan belum bisa memberikan keterangan pada media.

Salah satu anggota keluarga korban, Ahmad Rozi, mengatakan bahwa Siti dan ibunya sedang tidur ketika tiba-tiba ada sosok tak dikenal membekap mulut mereka.

"Kurang pukul 01.00 komplotan perampok masuk ke rumah lewat pintu belakang. Pintu dibobol. Tuan rumah baru sadar ketika mulutnya dibekap," kata dia, Senin (3/6/2024).

Menurut Rozi, berdasarkan pengakuan korban, pelaku setidaknya berjumlah enam orang. Mereka membawa senjata tajam berupa celurit.

Siti sempat melawan ketika dipaksa menunjukkan brankas penyimpanan uang dan emas.

Karena itulah komplotan perampok menganiayanya hingga mengalami luka di bagian mulut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved