Berita Viral
Penyebab Suami Istri Lompat dari Apartemen Hingga Tewas Tinggalkan Anak, Tetangga Tahunya Harmonis
Selalu tampak harmonis dan baik-baik saja, siapa sangka hidup pasangan suami istri ini berakhir tragis.
TRIBUNJATENG.COM - Selalu tampak harmonis dan baik-baik saja, siapa sangka hidup pasangan suami istri ini berakhir tragis.
Mereka melompat dari apartemen mereka bersama-sama hingga tewas dan meninggalkan anak-anaknya.
Sontak kejadian itu menghebohkan warga sekitar yang merasa keluarga tersebut tak pernah terdengar cekcok.
Baca juga: Fakta Tewasnya Atlet MMA Rahul Pinem Lompat dari Hotel, Sempat Dibujuk, Diduga Usai Bertemu Wanita
Baca juga: Viral Wanita di Pati Tewas Digorok Mantan Pacar Gara-gara Akan Dilamar Pria Lain
Pasangan suami istri meninggalkan dua anak usai dinyatakan tewas usai sengaja Bersama-sama menghilangkan nyawa.
Warga setempat sempat kaget saat mengetahui pasutri tersebut sengaja menghilangkan nyawa pasalnya mereka dikenal sebagai keluarga yang harmonis selama ini.
Bahkan para tetangga tak pernah sekalipun mendengar keduanya cekcok.
Sang suami pun dikenal sebagai sosok pribadi yang baik dan lembut, oleh karena itu mereka bingung ketika mengetahui jika sang suamilah yang mengajak istrinya untuk bunuh diri.
Namun saat kasus ini ditangani lebih lanjut oleh kepolisian, fakta lain yang menyayat hatipun terungkap.
Warga yang awalnya menyalahkan sang suami karena bersikap ekstrem, kini malah mengasihaninya.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi?
Dilansir dari Sanook, Senin (3/6/2024) ini menjadi kasus yang mengejutkan bagi masyarakat Tiongkok.
Pada tanggal 1 Juni 2024 disebuah bangunan perumahan di kawasan Yibin, Provinsi Sichuan, seorang suami memaksa istrinya untuk berpelukan dan melompat dari lantai 16 hingga menewaskan keduanya.
Pada hari kejadian Orang-orang yang tinggal di apartemen mendengar "Tuan Liu" berdebat dengan istrinya.
Tanpa diduga, pada jam 9 malam di hari yang sama saat pertengkaran mencapai puncaknya Liu memeluk istrinya dan melompat dari lantai 16.
Orang-orang di lokasi kejadian langsung ribut dan mengkritik sang suami karena terlalu ekstrem.
Namun, setelah alasan di balik tindakannya terungkap, dan pesan terakhir yang dia tinggalkan Mengungkap apa yang terjadi.
“Jika seseorang dipaksa menjadi gila, apa yang berani mereka lakukan?"
"Saya bukan bank saya benar-benar tidak punya harapan lagi dalam hidup ini…” Ini adalah pesan terakhir yang dikirimkan Liu kepada kerabat dan teman-temannya sebelum tragedi tersebut.
Liu, 31 tahun, dulunya bekerja sebagai sopir ekskavator.
Mereka berpenghasilan lebih dari 10.000 yuan per bulan (Rp 22.410.940,00) cukup untuk membayar biaya hidup keluarga mereka setiap bulan.
Istri Liu, 29 tahun, bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mendapat uang dari pekerjaan musiman.
Pernikahan mereka sangat harmonis, setiap bulan Liu memberikan semua gajinya untuk disimpan oleh istrinya.
Semua damai sampai orang tua Liu jatuh sakit, dan memerlukan uang yang lumayan banyak untuk perawatan medis.
Namun, sang istri mengatakan jika semua tabungan mereka habis tak bersisa.
Ternyata sang istri memakai seluruh uang mereka untuk bermain judi.
Namun ketika dia melihat istrinya menangis dan meminta maaf, pada akhirnya ia berusaha mencari uang dan meminjam uang kepada kerabatnya.
Uang tersebut digunakan untuk berobat, dan melunasi hutang istrinya yang masih tertunggak.
Ia memaafkan kesalahan istrinya dan berharap agar sang istri tidak tersesat lagi.
Namun ternyata sang istri malah melakukan hal yang sama kembali.
Ia kembali berjudi dan kini memiliki hutang ratusan juta.
Tuan Liu merasa depresi, ia begitu kecewa dengan sang istri dan juga harus memikirkan biaya berobat kedua orang tuanya.
Selama perdebatan sengit itu Liu benar-benar kehilangan kepercayaan pada istrinya.
Ia merasa putus asa, dan terpaksa memeluk istrinya sebelum melompat dan tewas bersama.
Kontak bantuan Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Pasutri Tewas Bersama setelah Lompat dari Gedung Lantai 16 setelah Cekcok, Tinggalkan 2 Anak,
"Saya Syok" Edi Warga Ungaran Tiba-tiba Terima Akta Cerai dari Istri, Menduga Palsukan Dokumen |
![]() |
---|
Inilah Sosok Pendaki Gunung Tertua di Dunia, Taklukan Gunung Fuji di Usia 102 Tahun |
![]() |
---|
Nasib Guru di Sleman Setelah Viral Diminta Mencicipi MBG, Ikut Keracunan Bersama 378 Siswa |
![]() |
---|
Duduk Perkara Ustaz Evie Effendi Dilaporkan, KDRT hingga Ludahi Anak: Gegara Minta Uang Bulanan |
![]() |
---|
10 Fakta Kasus Rumah Hadi di Demak Dilelang Koperasi Gara-gara Utang Rp 20 Juta, Bunga Rp 56 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.